Bawa 200 Dosis, BIN Gelar Vaksinasi di Tanjung Jabun Timur

Baca Juga

MATA INDONESIA, TANJAB TIMUR – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jambi atau Binda Jambi menggelar vaksinasi massal di Puskesmas Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabun Timur (Tanjabtim), Rabu 27 Oktober 2021.

Kegiatan vaksinasi ini menyasar lansia, pra lansia, pelajar atau remaja berusia 12 tahun keatas, pelayan publik, pedagang serta masyarakat umum yang melibatkan 9 orang tenaga kesehatan Puskesmas Dendang. Adapun vaksin Covid-19 untuk penggunaan dosis 1 dan 2 yang disiapkan BIN Daerah Jambi sebanyak 200 dosis.

Kepala Puskesmas Dendang Adillah, SKM pun sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia pun berterima kasih kepada Binda Jambi yang telah mengalokasikan vaksin ke Puskesmas Dendang.

“Dengan adanya vaksin yang dialokasikan BIN ini kepada kami, setidaknya dapat menambah stok vaksin yang telah kami terima dari Dinas Kesehatan Tanjabtim. Sehingga kami dapat terus melaksanakan vaksinasi sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Kecamatan Dendang dalam mengikuti vaksinasi sangat tinggi. Sehingga saat pelaksanaan vaksinasi, mereka rela mengantri demi mendapatkan vaksinasi. Dengan begitu, target vaksinasi di Kecamatan Dendang pun bisa tercapai.

Adapun capaian vaksinasi pada hari ini, yakni sebanyak 114 dosis, dengan rincian dosis 1 diberikan kepada 76 orang dan dosis 2 sebanyak 38 orang. Sedangkan sisanya 86 dosis diserahkan kepada Puskesmas Dendang untuk kegiatan vaksinasi berikutnya sesuai dengan jadwal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini