Angka Positivity Rate Penularan Covid-19 di Indonesia Sentuh Titik Terendah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Angka positivity rate mingguan di Indonesia sekarang, mencapai tingkat terrendah selama pandemi. Angkanya adalah 2,48 persen.

Angka itu bukan karena jumlah tes Covid-19 menurun namun semakin meningkat dan melebihi rekomendasi WHO.

“Di minggu terakhir jumlah orang yang diperiksa mencapai 1 juta orang atau meningkat dari sebelumnya yang hanya berkisar antara 600 ribu – 900 ribu orang,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Wiku Adisasmito, Selasa 21 September 2021.

Positivity rate tertinggi yang pernah dicapai Indonesia pernah tercatat di angka 30 persen Juli lalu.

Menurutnya, data per 20 September 2021 kasus positif harian Covid-19 di Indonesia juga semakin rendah dan sempat menyentuh angka 1.000 -an kasus selama lima hari.

Selain kasus aktifnya juga membaik di angka 1 persen selama lima hari tersebut.

Dengan semua indikator perbaikan tersebut, Wiku mengingatkan warga agar tidak lengah karena banyak negara yang kasusnya melandai bisa melonjak lagi karena tidak disiplin menegakkan protokol kesehatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini