Airlangga: Demo Jangan Sampai Jadi Klaster Baru Pandemi!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan kepada seluruh masyarakat, bahwa jangan sampai demonstrasi tolak Omnibus Law, justru berujung pada terciptanya klaster baru pandemi Covid-19.

Ia juga membawa pesan Presiden Joko Widodo, agar seluruh unsur pemerintah mengingatkan masyarakat soal ancaman tersebut.

“Arahan Presiden, perlu diingatkan ke masyarakat bahwa sekarang masih pandemi Covid-19. Sehingga kegiatan unjuk rasa tidak membawa klaster demo baru itu yang diingatkan pemerintah,” kata Airlangga, Senin 12 Oktober 2020.

“Sekali lagi, kegiatan-kegiatan demo atau unjuk rasa, jangan menjadi klaster baru pandemi,” ujarnya menambahkan.

Airlangga menegaskan, bahwa di masa pandemi ini, masyarakat sudah sepatutnya taat pada protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan.

Seperti diketahui, demonstrasi menolak Omnibus Law mulai meluas, sejak regulasi tersebut disahkan DPR pada Senin 5 Oktober 2020 lalu.

Dalam pantauan di lapangan, warga yang turun berunjuk rasa, mulai dari unsur mahasiswa, buruh dan lainnya, banyak yang kedapatan tidak patuh pada protokol kesehatan, seperti tak memakai masker dan menjaga jarak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini