Pengamat: Pola Aksi Teroris JAD Masih Sama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengamat intelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta menegaskan bahwa teroris yang meledakkan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar memiliki kesamaan pola dengan serangan teroris yang terjadi di Surabaya. Hal ini memperlihatkan bahwa pola teroris JAD untuk melancarkan aksinya masih sama.

“Dia bukan lone wolf karena gabung dengan organisasi JAD, polanya memang sama yaitu bersama pasangan atau keluarga, terjadi juga di Bom Gereja Surabaya, Bom Gereja Katolik Jolo Filipina. Satu peristiwa lagi yang dilakukan pasangan dari JAD kasus penusukan Pak Wiranto,” kata Stanislaus kepada Mata Indonesia News, Senin 29 Maret 2021.

Hal serupa juga dikemukakan oleh pengamat terorisme darI Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Zaki Mubarok. Ia mengemukakan bahwa kejadian bom di Makassar ini mengingatkan teror bom di tiga gereja di Surabaya pada tahun 2018 lalu.

“Saya melihat modelnya mirip di Surabaya. Info awal pelaku amaliah dua orang bersepeda motor, yang satu diduga perempuan. Jika dugaan awal itu benar, mungkin pelaku sepasang suami istri. Polanya sama dengan bom bunuh diri di katedral Jolo Filipina 2019,” kata Zaki.

Adapun Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menegaskan bahwa pelaku terdiri dari pasangan suami istri yang baru menikah selama enam bulan.

“Betul, pelaku pasangan suami istri baru menikah enam bulan,” kata Argo.

Diketahui identitas laki-laki berininsial L sementara perempuan berininsial YSF dan berprofesi sebagai pekerja swasta. Argo juga mengatakan bahwa sejumlah tempat, termasuk rumah pelaku sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Wujudkan Women Support Women, Bupati Sleman Launching Aksi Putaran Sumringah

SLEMAN – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meresmikan Aksi Perubahan Pusat Pembelajaran Perempuan Semua Merasa Riang Menggapai Harapan (Putaran...
- Advertisement -

Baca berita yang ini