Tom Cruise Aktor Laga Si Penganut Scientologi, Agama Apakah Itu?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Siapa yang tak kenal dengan aktor Hollywood film laga asal Amerika Serikat Tom Cruise? Banyak penghargaan yang diraihnya salah satunya tiga kali memenangkan Golden Globe Award.

Dirinya dikenal sebagai salah satu aktor yang melakukan adegan berbahaya sendiri dalam film-film yang dibintanginya. Mulai dari merayap di gedung tertinggi dunia Burj Khalifa, bergelantungan di helikopter, bahkan melakukan terjun payung ala militer pun ia lakukan tanpa pemeran pengganti (stuntman).

Pemilik nama lengkap Thomas Cruise Mapother IV ini tidak hanya dikenal sebagai aktor, tapi juga produser film ternama. Sosoknya semakin dikenal luas setelah membintangi film Top Gun dan Mission: Impossible.

Namun, walau sukses dan terkenal, namun kisah percintaannya tidak semulus kariernya. Dirinya pernah menikah dengan Katie Holmes pada 2006 dan dikarunia seorang anak cantik bernama Suri Cruise. Namun pada 2012, mereka bercerai. Pengadilan kemudian memutuskan hak asuh Suri Cruise jatuh ke tangan Katie Holmes

Banyak cerita menarik dari kisah hidupnya, yang utama adalah Tom Cruise diketahui menjadi penganut Scientologi selama puluhan tahun. Kabar dirinya pindah keyakinan pertama kali disampaikan oleh aktris Mimi Rogers, istri pertamanya di tahun 1987. Dalam beberapa kesempatan, Cruise mengaku bahwa paham yang dianutnya ini membantu dirinya melakukan hal-hal luar biasa dalam hidupnya.

Dilansir dari usmagazine.com, Cruise mengaku telah menganut paham ini selama lebih dari 30 tahun. Sebelumnya, di tahun 2003, Cruise juga sempat mengaku bahwa penyakit dylexsia yang dideritanya sembuh setelah bergabung dengan Scientologi.

“Saya telah menjadi Scientologist selama lebih dari 30 tahun. Ini sesuatu yang… kamu tahu, tanpa ini, saya tidak mungkin berada di mana saya berada. Jadi, ini adalah agama yang menakjubkan. Saya sungguh bangga,” katanya.

Dilansir theclever.com, Cruise sudah mencapai Operating Thetan Level VIII, tingkatan tertinggi dalam Scientology. Church of Scientology pada dasarnya memperlakukan kehidupan Cruise seolah-olah itu adalah ‘Bachelor of the Bachelor’ yang paling mengganggu di dunia.

Di tahun 2004, Cruise diketahui memilih berpisah dengan Penelope Cruz karena diduga tak mau sepenuhnya merangkul Scientologi. Selanjutnya, Cruise mengizinkan organisasinya untuk melakukan audisi aktris, agar menjadi pasangan masa depannya.

Kala itu, casting dilakukan dengan kedok untuk film ‘Mission: Impossible’. Setelah semua casting selesai, Cruise pun menetapkan pilihannya kepada Katie Holmes.

Pernikahannya yang ke-2 pun bertahan selama enam tahun, dan salah satu penyebab perpisahannya adalah keinginan Cruise untuk menandatangani Suri Cruise, putrinya dan Holmes, untuk bergabung dengan The Sea Organization. The Sea Organization adalah cabang scientologi di mana para anggota berusia 10 tahun menandatangani kontrak kesetiaan.

Menurut keterangan dari Wikipedia, Scientology adalah sekumpulan ajaran dan teknik terkait yang dikembangkan oleh pengarang Amerika, L. Ron Hubbard selama sekitar 30 tahun, dimulai pada 1952 sebagai suatu filosofi pertolongan diri sendiri, perkembangan dari sistem pertolongan diri-sendirinya yang lebih awal, Dianetika.

Ajaran ini mengklaim menawarkan suatu metodologi yang pasti untuk menolong manusia mencapai kesadaran keberadaan rohaninya melintasi beberapa masa hidupnya. Pada saat yang bersamaan, juga untuk menjadi lebih efektif di dunia fisik.

Nama “Scientologi” juga digunakan untuk merujuk kepada Gereja Scientologi yang kontroversial, organisasi terbesar yang mempromosikan praktik Scientologi. Gereja ini sendiri adalah bagian dari jaringan korporasi terkait yang mengklaim pemilikan dan wewenang tunggal untuk menyebarkan Dianetika dan Scientologi.

Scientologi menyatakan bahwa tujuannya “merehabilitasi” thetan (kira-kira setara dengan jiwa) untuk memperoleh kembali keadaannya semula berupa “kebebasan total”.

Para juru bicara gereja ini dan praktisinya memberikan kesaksian bahwa ajaran-ajaran Hubbard (yang disebut “Teknologi” atau “Tek” dalam terminologi Scientology) telah menyelamatkan mereka dari begitu banyak masalah dan memampukan mereka untuk lebih menyadari potensi tertinggi mereka dalam bisnis maupun kehidupan pribadi mereka.

Namun, para pengamat termasuk wartawan, anggota parlemen, dan lembaga-lembaga pemerintahan nasional dari sejumlah negara telah mencapai kesimpulan tentang Scientologi yang sangat bertentangan dengan penggambaran diri gereja ini.

Di antaranya termasuk tuduhan-tuduhan bahwa gereja ini adalah sebuah usaya komersial tidak jujur yang mengganggu para kritikusnya, dan secara brutal mengeksploitasi anggota-anggotanya.

Meskipun beberapa pakar dan banyak pemerintahan dunia menerima Scientologi sebagai sebuah agama yang bonafid, Scientologi juga telah digambarkan sebagai pseudo agama, sebuah ajaran sesat atau sebuah perusahaan transnasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini