Sisi Lain Pele, Nama yang Salah hingga Gagal Pecahkan Rekor Sang Ayah

Baca Juga

MATA INDONESIA, RIO DE JANEIRO – Namanya Edson Arantes do Nascimento. Namun dalam sejarah sepak bola, dunia mengenalnya dengan Pele.

Skill kelas dewa, naluri gol tinggi hingga gelimang prestasi di masa mudanya, menempatkan Pele sebagai salah satu pemain terbaik dunia yang pernah ada.

Pele mulai aktif bermain sebagai pesepakbola pada tahun 1952. Kala itu, ia bergabung dengan sebuah klub kecil bernama Bauru AC. Ia kemudian memutuskan gantung sepatu pada 1 Oktober 1977.

Meski demikian, tak semua orang tau soal latar belakang dan kehidupan legenda sepak bola Brazil ini. Berikut deretan

Terinspirasi dari Thomas Alva Edison

Mungkin tak banyak yang tau kalau nama Edson terinspirasi dari nama Thomas Alva Edison, sang penemu bola lampu. Maksud pemberian nama tersebut oleh kedua Orangtua Pele agar sang anak kelak bisa mendapat karir yang cemerlang agar bisa mengangkat mereka dari lilitan kemiskinan.

Harapan sang ayah Dodinho dan sang ibu Dona Celeste Arantes menjadi nyata. Pele akhirnya berhasil menjadi pemain sepak bola yang hebat. Ia mampu menyinari dunia sepakbola lewat skill dan golnya. Sama seperti Edison yang menemukan bola lampu hingga manusia tidak terus menerus terkurung dalam kegelapan.

Pele, ledekan yang membawa berkat

Awalnya ia dipanggil dengan nama Dico, tetapi kemudian ia dipanggil sebagai Pele. Asal usul nama ini lantaran ia pernah salah mengucapkan nama penjaga gawang Brazil yang juga bermain di Vasco da Gama, Bile. Teman sekelasnya kemudian mengolok-oloknya dengan sebutan Pele.

Awalnya ia maraha-marah dan tak terima dengan panggilan itu. Namun, ternyata nama itu lah yang kelak membuatnya menjadi sosok yang hebat dan dikenal di seluruh penjuru dunia.

4 gol saat debut bersama Santos FC

Usianya masih 15 tahun saat itu, tapi Pele sudah direkrut Santos FC sebagai pemain profesional klub. Debutnya berakhir manis dengan 4 gol ke gawang Corinthians.

Pele, warisan berharga Brazil

Torehan prestasi yang dibuat Pele selama membela Timnas membuat masyarakat dan pemerintah saat itu mengukuhkannya sebagai national treassure atau warisan yang berharga bagi Brazil.

Hal ini dideklarasikan pada tahun 1961. Tujuannya pun terbilang unik, semata-mata agar tak klub asing yang merebutnya dan membawanya keluar dari Brazil. Namun, deklarasi ini terpatahkan di tahun 1975, 2 tahun sebelum Pele Pensiun. Ia menerima pinangan Klub Sepak Bola AS New York Cosmos dan bermain hingga tahun 1977.

Dari sepakbola ke pemerintahan

Tahun 1995 hingga 1998, Pele, oleh pemerintah Brazil ditunjuk sebagai Menteri Olahraga. Selain itu, ia juga pernah menjadi duta PBB untuk ekologi dan lingkungan. Jika dilihat berdasarkan kualifikasi, Pele tidak mendekati dua bidang tersebut. Tapi sekali lagi, ia adalah Pele.

Tak bisa pecahkan rekor sang ayah

Publik sepakbola dunia pasti tahu kualitas dan naluri Pele dalam mencetak gol, termasuk membukukan rekor. Namun ada satu rekor yang belum pernah dipecahkan Pele hingga pensiun sebagai pemain.

Ia tidak berhasil melampaui rekor yang dicetak sang ayah. Saat menjadi pemain, ayahnya mampu mencetak lima gol dengan kepala dalam satu pertandingan, sementara Pele belum sempat melakukannya. Rekor ayahnya pun abadi hingga saat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aparat Keamanan Tingkatkan Sinergitas Wujudkan Kelancaran Pilkada

Pilkada yang damai dan aman bukanlah sekadar impian, melainkan suatu keharusan yang bisa kita wujudkan bersama. Dengan sinergi optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini