Pilpres AS Selalu Hari Selasa Pertama Bulan November, Begini Penjelasannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penentuan tanggal pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) ternyata sangat tergantung pada aktivitas pertanian sehingga selalu jatuh di awal November, tetapi tidak di hari Senin dan tanggal 1.

Sejak 1845, warga politisi AS sangat memperhatikan kondisi masyarakat saat itu yang masih bermatapencaharian sebagai petani.

Sebagai petani, mereka biasanya sibuk menanam pada musim semi dan musim panas. Di musim yang disebut terakhir, mereka sibuk menyiangi dan memupuk tanaman serta terakhir memanen hasilnya.

Baru pada musim gugur dan salju mereka beristirahat. Nah, pada musim gugur cuaca di Amerika Serikat masih bersahabat untuk bepergian sehingga di bulan November ditetapkan sebagai waktu yang pas untuk pemilihan presiden dan pemilihan umum. Mereka akan leluasa menuju tempat pemungutan suara.

Setelah bulan untuk pemilihan presiden dan pemilihan umum disepakati, mereka kembali menentukan hari pelaksanaannya.

Umumnya masyarakat AS saat itu tidak akan menetapkan tanggal 1 November sebagai hari pemungutan suara. Sebab tanggal itu diperingati sebagai Hari Semua Orang Kudus (All Saints Day) yang merupakan hari libur bagi pemeluk agama Katolik.

Mereka juga tidak menetapkan hari senin, melainkan hari selasa. Itupun ada penjelasan logisnya.

Penetapan hari selasa karena infrastruktur jalan di AS tahun 1800 -an masih sangat buruk dan harus ditempuh dengan kereta kuda. Hal itu memakan waktu lama jika para penduduk desa akan memberikan suaranya di kota.

Jika ditetapkan hari Senin sudah pasti penduduk desa paling terpencil tidak akan sanggup datang ke tempat pemungutan suara, sebab hari minggu mereka harus ke gereja. Sementara untuk mencapai kota dengan kereta kuda dalam kondisi jalan yang buruk waktu itu membutuhkan waktu satu hari.

Itu sebabnya dipilih hari selasa agar seluruh penduduk AS bisa menggunakan haknya memberikan suara kepada calon presiden yang sedang berlaga.

Namun, seandainya 1 November jatuh pada hari Selasa, maka pilpres tidak akan dilakukan pada hari itu, karena dinilai itu bukan hari Selasa setelah hari Senin pertama pada bulan November.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini