Ini Alasan Mengapa Mobil Kedelai Ford Gagal dan Tidak Dijual Massal

Baca Juga

MATA INDONESIA, MICHIGAN – Terlahir dengan tangan dingin, Henry Ford, pencipta mobil Ford T, tercatat dalam sejarah sebagai pembuat mobil dari bahan kedelai.

Ford adalah seorang pengusaha terkenal yang besar di sebuah pertanian di Michigan, Amerika Serikat. Hidupnya ia gunakan untuk memikirkan upaya penggabungan hasil industri dengan hasil pertanian. Ia juga memiliki sejumlah laboratorium untuk menemukan kegunaan industri tanaman seperti kedelai, gandum, jagung, dan rami.

Tak banyak yang mengetahui jika Ford juga menjadi pelopor lingkungan. Di tahun 1930-an, ia termasuk ke dalam orang pertama yang memproduksi plastik yang terbuat dari tanaman (bioplastik). Berbeda dengan plastik pada umumnya, plastik ini akan mudah terurai secara alami.

Tak hanya itu, ia juga menciptakan mobil berpanel plastik dari bahan alami. Kemudian, ia memperkenalkan karyanya kepada publik di tahun 1941. Karena terbuat dari bahan alami, mobil yang diciptakan Ford disebut ‘Soybean Card’ atau ‘Mobil Kedelai’.

Ia percaya bahwa panel mobil yang terbuat dari plastik akan membuat mobil menjadi lebih aman daripada panel mobil yang terbuat dari baja, karena panel plastik tidak akan hancur jika mobil terguling.

Sebagai percobaan, ia memukul panel dari setiap material mobil menggunakan kapak. Dan hasilnya, hanya bagian logamlah yang penyok. Hal ini menjadi keunggulan bagi panel plastik yang menurutnya sepuluh kali lebih kuat daripada baja.

Mobil Kedelai juga memiliki bobot yang lebih ringan. Mobil ini memiliki bobot sebesar 907 kilogram, lebih ringan sekitar 450 kilogram daripada mobil lainnya.

Ternyata teknologi temuannya ini juga sesuai dengan kondisi zaman. Saat itu wilayah Eropa memulai Perang Dunia II di tahun 1939. Di masa-masa inilah dunia kekurangan logam.

Barulah pada Agustus 1941, Ford mempresentasikan inovasinya di Dearborn Days, sebuah festival komunitas di Michigan. Ia juga menuturkan, penggunaan bahan-bahan alami untuk membuat mobil akan mengurangi penggunaan baja sebesar 10 persen di Amerika Serikat.

Meskipun ia mengakui jika bahan baku plastik lebih mahal, namun hal ini mampu menimbulkan penghematan yang cukup besar dalam proses pekerjaan penyelesaian manufaktur. Hal ini tidak akan dirasakan oleh manufaktur yang memproduksi mobil dari panel baja.

Mobil Kedelai juga dipajang di Michigan Fairgrounds di akhir tahun 1941.

Cara Membuat

Mengenai proses pembuatannya, Benson Ford Research Center mengakui sangat sedikit informasi yang disimpan mengenai penemuan tersebut. Lowell E. Overly, perancang alat dan cetakan di Laboratorium Kedelai sekaligus menjadi orang yang bertanggung jawab menciptakan Mobil Kedelai, mengatakan bahwa panel plastik terbuat dari serat kedelai dalam resin fenolik dan diimpregnasi menggunakan formaldehida.

Namun Benson Ford Research Center menegaskan belum mengetahui secara persis bahan untuk membuat panel plastik, ini karena tidak adanya catatan formula.

Rangka Mobil Kedelai
Rangka Mobil Kedelai

Mengenai perancangan dan perakitan Mobil Kedelai, itu menjadi tanggung jawab Overly. Robert A. Boyer, selaku Supervisor yang juga menjadi seorang ahli kimia ikut membantu rancangan ini. Mobil Kedelai memiliki kerangka yang terbuat dari baja tubular yang terpasang oleh 14 panel plastik.

Alasan

Ford begitu yakin mengenai masa depan plastik nabati. Ia pernah mengatakan, nantinya puluhan ribu barang dan suku cadang mobil yang terbuat dari logam akan berganti dengan plastik yang terbuat dari hasil panen pertanian.

Banyak pula dukungan dari berbagai pihak atas penemuan inovasinya. Namun sayangnya proyek mengenai inovasi tersebut tidak membuahkan hasil. Mobil Kedelai tidak pernah di jual secara massal.

Bahkan satu-satunya Mobil Kedelai sebagai model terpaksa harus hancur. Rencana produksinya pun juga setop.dihentikan.

Benson Ford Research Center menuturkan, hal ini terjadi lantaran keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II. Di akhir perang pun, ide seputar pengadaan rencana produksi mobil kedelai ini hilang karena terlalu fokus mengurus pemulihan negara.

Namun ada pula klaim yang mengatakan mobil yang terbuat dari plastik nabati tidak ada peminatnya karena murni faktor ekonomi. Ini lantaran usai Perang Dunia II minyak murah begitu melimpah.

Kini Mobil Kedelai hanya tinggal kenangan. Meski begitu, mobil tersebut menjadi legenda karena tak henti-hentinya menimbulkan rasa penasaran publik.

Reporter: Intan Nadhira Safitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini