Cikal Bakal Ilmu Astrologi, Dibagi Jadi 4 Elemen yang Gambarkan Sifat Manusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hayo ngaku, Kamu suka baca zodiak atau horoskop? Kalau iya, Kamu percaya gak sih dengan ramalan bintang?

Ramalan zodiak memang banyak dinanti. Mereka yang penasaran dengan apa yang terjadi di masa mendatang atau tentang kepribadian seseorang atau dirinya pasti menggunakan zodiak untuk mencoba menerkanya.

Pertanyaannya, bagaimana sih cikal bakal ilmu astrologi itu sendiri?

Zodiak atau horoskop berkaitan dengan ilmu astrologi. Adapun pengertiannya adalah ilmu yang menghubungkan gerakan benda-benda tata surya dengan kehidupan di bumi.

BACA JUGA: 3 Pasangan Zodiak Yang Membawa Keburukan Satu Sama Lain, Benar Gak?

Mundur jauh kebelakang, semuanya dimulai dari bangsa Babilonia kuno yang gemar mengamati bintang-bintang. Bangsa Babilonia menemukan bahwa beberapa bintang menciptakan pola (konstelasi) dan bulan yang terkadang tampak lebih besar.

Menurut mereka, hal-hal tersebut mempengaruhi pasang-surut permukaan laut di bumi. Mereka menyadari dengan melacak pergerakan benda-benda langit, mereka dapat memprediksi perubahan musim dan gerhana.

Melalui pengamatan pergerakan benda langit, masyarakat Babilonia menyadari adanya orbit atau jalur pergerakan planet, bulan, dan Matahari. Orbit tersebut dijadikan acuan dalam pembagian 12 zodiak. Dalam hal ini, dengan mempertimbangkan posisi planet lainnya.

BACA JUGA: 4 Zodiak Ini Lebih Pilih Pacaran dengan Sahabatnya Sendiri

Dikembangkan Oleh Bangsa Yunani

Ketika Persia mengambil kekuasaan, suku Babelonia pergi ke daratan Eropa Selatan. Dari situ orang-orang Yunani mengadopsi ilmu tersebut dan menambahkan lapisan baru.

Bagi mereka, konstelasi bintang tidak hanya mempengaruhi cuaca di bumi. Melainkan membawa karakter tertentu yang mempengaruhi kepribadian mereka yang lahir saat konstelasi tersebut muncul.

Orang-orang Yunani menambahkan kisah mitologis pada setiap konstelasi. Dari dua belas konstelasi, dibagi menjadi empat elemen.

Berikut empat elemen yang dimaksud:

1. Capricorn, Taurus dan Virgo
Elemen Bumi
Rendah hati dan dapat dipercaya

2. Aquarius, Gemini dan Libra
Elemen Udara
Komunikatif dan penuh empati

3. Pisces, Cancer, dan Scorpio
Elemen Air
Emosional dan sensitif

4. Aries, Leo dan Sagitarius
Elemen Api
Kepribadian yang keras dan berapi-api

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini