Cerita Widjojo Nitisastro Lulus Cum Laude di UI dan Bikin Buku Bareng Professor Kanada

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Widjojo Nitisastro dikenal sebagai sosok yang cerdas sedari masa mudanya. Pria kelahiran Malang, 23 September 1927 ini dianggap sebagai sosok yang memiliki otak paling cemerlang di kalangan teman angkatannya, saat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI).

Namun sebelum berkuliah, pada tahun 1945 Widjojo sempat bergabung dengan pasukan pelajar yang kemudian dikenal sebagai Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Bertempur dengan gagah berani, ia sendiri nyaris gugur di daerah Ngaglik dan Gunung Sari Surabaya.

Usai perang, ia sempat menjadi guru SMP selama tiga tahun. Setelah itu baru masuk kuliah di UI dan mendalami bidang demografi. Bahkan pada tahun 1955-1957 ia sempaat dipercaya memimpin Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI.

Namun ada hal menarik saat ia masih menjadi mahasiswa. Kecerdasannya mampu menghubungkannya dengan seorang ahli dari Kanada, Prof. Dr. Nathan Keyfiz. Keduanya punmenulis sebuah buku berjudul Soal Penduduk dan Pembangunan Indonesia.

Dalam kata pengantar buku tersebut, Mohammad Hatta menyanjungnya, “Seorang putra Indonesia dengan pengetahuannya mengenai masalah tanah airnya, telah dapat bekerja sama dengan ahli statistik bangsa Kanada. Mengolah buah pemikirannya yang cukup padat dan menuangkannya dalam buku yang berbobot.”

Buku ini pun segera menjadi salah satu buku terpopuler di kalangan mahasiswa ekonomi di tahun 1950-an. Usai lulus pada tahun 1955, ia pun mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di University of California, Berkeley (UCB) lewat jalur beasiswa dari Ford Foundation.

Meski di negeri orang, minat berdiskusi dan melakukan kajian tak pernah pudar. Widjojo diketahui menjadi motor penggerak terjadinya pertemuan setiap Sabtu di antara mahasiswa ekonomi Indonesia. Ada Emil Salim, Ali Wardhana, J.B. Sumarlin, Saleh Afiff, Subroto dan Muhamamad Sadli, seperti yang diungkap oleh Emil Salim kepada Tempo, 14 Desember 2009.

Mereka berdiskusi sesuai kapasitas mereka. Harun Zain berbicara tentang tenaga kerja, Sumarlin tentang fiskal, dan Emil Salim masalah perencanaan. Di kemudian hari, 7 orang ini dituding sebagai ‘Mafia Berkeley‘. Mereka dianggap sebagai antek CIA untuk menanamkan paham ekonomi neo-liberalisme demi kepentingan AS di Indonesia.

Lulus dari UCB di tahun 1961, ia dan rekan-rekannya kembali ke tanah air. Pada Agustus 1966, mereka bertemu Soeharto di sebuah acara seminar militer. Seperti ditulis dalam Celebrating Indonesia: 50 Years with the Ford Foundation (2003), sang jenderal bertanya kepada Widjojo dan yang lainnya: “Apa yang Anda lakukan jika memiliki kesempatan untuk mengubah ekonomi [Indonesia]?”

Di momen tersebutlah Widjojo berhasil meyakinkan Soeharto bahwa ia bisa menjadikan ekonomi Indonesia maju. Widjojo lantas dipercaya Presiden Suharto menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional periode (1971-1973) dan Menko Ekuin sekaligus merangkap Ketua Bappenas periode 1973-1978 dan 1978-1983.

Karena peranannya yang begitu kuat, ada yang bilang kebijakan ekonomi Indonesia kala itu kental dengan sebutan “Widjojonomics.” Widjojonomics disebut sebagai pandangan untuk menghadapi kekuatan monopoli ekonomi negara maju.

Pemikiran Widjonomic pada dekade 1980-an dan 1990-an itulah yang membawa pertumbuhan ekonomi rata-rata 8 persen per tahun. Pertumbuhan ekonomi itu membuat Bank Dunia menyebut Indonesia sebagai “One of the Asian Miracles.”

Sang arsitek ekonomi itu kini telah tiada. Ia tutup usia pada dini hari Jumat, 9 Maret 2012 dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini