Ini Trik Para Guru Agar Pembelajaran E-Learning Tidak Bosan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sudah hampir enam bulan lamanya siswa melakukan pembelajaran secara online atau E-Learning dengan gurunya di rumah. Tak sedikit dari mereka mengeluhkan rasa bosan karena terlalu lama di rumah.

Nah, agar hal itu tak terjadi, seorang guru harus mencari terobosan yang kreatif untuk membangkitkan semangat siswa agar dapat melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh ini dengan semangat dan optimal.

Seperti yang dilakukan oleh Ahmad Aldi, guru di SMA Bina Dharma, Ciracas, Jakarta Timur. Agar para siswa tidak bosan ia memberikan materi berupa video conference agar interaktif lalu akan terjadi interaksi antara guru dan siswa.

Cara yang sama juga dilakukan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMK N 2 Cikarang Barat, Siti Rochmaida yang memberikan latihan soal untuk para siswanya dengan video yang berkaitan dengan materi yang diajarkannya.

Begitupun yang dilakukan oleh, Faira Hadis Inaya, salah satu guru di SMK Kharismawita 1. Dirinya membuat materi dengan video dengan menambahkan animasi, background dengan musik kekinian atau melakukan pembelajaran dengan cara menonton film yang berkaitan dengan materi yang disampaikan.

Namun, berbeda dengan Ahyat Triyadi Guru Matematika di SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi. Dirinya tetap mengadakan Zoom Meeting dengan menggunakan Share Screen untuk menayangkan materi. Karena menurutnya, pelajaran matematika tidak seperti pelajaran yang lain karna banyak siswa yang tidak paham kalau hanya di jelaskan dengan materi saja,

Reporter: Anggitasari Prasetyani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bansos Beras Berlanjut Melindungi Rakyat

Oleh: Ricky RinaldiPemerintah kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kesejahteraanmasyarakat melalui keberlanjutan program bantuan sosial pangan berupa beras. Di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis serta potensi tekanan terhadap dayabeli domestik, kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kebutuhandasar rakyat tetap terpenuhi. Program bantuan beras bukan sekadar bentukperlindungan sosial, tetapi juga instrumen vital dalam menjaga stabilitas ekonomidan ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.Ketersediaan pangan yang terjangkau merupakan salah satu faktor utama dalammempertahankan kualitas hidup masyarakat. Bagi kelompok rentan dan berpenghasilan rendah, fluktuasi harga bahan pangan pokok dapat memberikandampak langsung yang signifikan terhadap kondisi finansial keluarga. Oleh karenaitu, negara memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh lapisanmasyarakat tetap memiliki akses yang stabil terhadap kebutuhan pokok, terutamasaat kondisi ekonomi makro menghadapi tantangan eksternal seperti fluktuasi nilaitukar rupiah maupun faktor iklim.Langkah perlindungan ini dipertegas melalui peluncuran paket stimulus ekonomiberskala besar pada Semester II Tahun 2026 dengan total nilai mencapai Rp26,34 triliun. Dari total anggaran tersebut, pemerintah mengalokasikan porsi dana terbesar, yakni senilai Rp17,54 triliun, khusus untuk mendistribusikan bantuan beras masing-masing 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Program yang dijalankan secara bertahap melalui Perum Bulog ini dijadwalkan berlangsungselama tiga bulan penuh, dimulai pada alokasi bulan Juli 2026.Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwaperpanjangan bansos beras ini difokuskan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjelangdatangnya musim kemarau serta masa paceklik. Pemerintah mengoordinasikanlangkah ini agar hampir 34 juta masyarakat yang paling rentan di lapisan bawahtidak terdampak oleh perubahan kurs atau dinamika pasar apa pun. Kebijakan inisekaligus menjadi instrumen taktis untuk memastikan harga-harga sembako di pasar tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat. Untuk mendukung program ini, pemerintah memperkirakan penyaluran bantuan akan mengoptimalkan cadanganberas pemerintah (CBP) di gudang Bulog sekitar 1 juta ton.Bantuan beras ini memiliki dampak yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini