Jeep Wisata Lereng Merapi Bertekad Tingkatkan Kualitas Layanan

Baca Juga

Mata Indonesia, Sleman – Para pengelola jeep wisata di kawasan lereng Merapi Kabupaten Sleman bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi wisatawan. Jeep wisata sebagai potensi dan ikon khas pendukung kepariwisataan di lereng Merapi sudah seharusnya terus dipertahankan dan dikembangkan. Jangan sampai layanan jeep wisata mengalami penurunan kualitas.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid, SH, Minggu 14 Januari 2024 di Kopi Dialog Umbulharjo Cangkringan dalam acara Peningkatan Partisipasi Masyarakat melalui Kampanye Sadar Wisata yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Acara tersebut diikuti oleh 50 an perwakilan pengelola jeep wisata lereng Merapi yang tergabung dalam komunitas Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merap (AJWLM) dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Panewu Cangkringan, Lurah Umbulharjo, Lurah Kepuharjo, jajaran polsek Cangkringan dan Koramil Cangkringan. Dalam acara tersebut para pengelola jeep wisata Lereng Merapi bersepakat dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan jeep wisata sekaligus berkontribusi secara aktif sebagai agen promosi wisata bagi Kabupaten Sleman.

Ishadi menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman menaruh prioritas terhadap potensi jeep wisata lereng Merapi ini dikarenakan telah secara nyata mengangkat citra kepariwisataan di Kabupaten Sleman dan DIY. Selain itu juga mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi para pengelola, operator maupun masyarakat dan para pedagang di kawasan destinasi yang dikunjungi. Serta yang tidak kalah pentingnya juga memberikan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Sleman.

Mengingat peran strategisnya potensi jeep wisata lereng Merapi Pemkab Sleman secara bersama-sama dengan Dinas Perhubungan dan jajaran kepolisian senantiasa memberikan pendampingan dan pengawasan sebagai upaya peningkatan layanan jeep wisata lereng Merapi. Dalam hal ini Dinas Perhubungan senantiasa melaksanakan program pengecekan fisik kendaraan jeep wisata dan patroli mendadak untuk memastikan keselamatan dan keamanan terhadap wisatawan .

Ishadi minta agar para pengemudi jeep wisata selalu menekankan terhadap keamanan dan kenyamanan wisatawan, diantaranya dengan menerapkan SOP yang telah ditetapkan. Diharapkan pula para pengemudi jeep wisata untuk menekankan pada aspek-aspek Sapta Pesona Pariwisasta yang meliputi Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan. Demikian sehingga wisatawan yang berkunjung ke Sleman dapat meperoleh pengalaman dan citra postif tentang kepariwisataan Sleman yang pada gilirannya menarik untuk kunjungan ulang diwaktu-waktu mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini