Wajib Coba! 7 Jenis Olahraga Kardio yang Aman Dilakukan di Rumah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Olahraga kardio atau olahraga aerobik adalah salah satu kegiatan olah tubuh yang bertujuan memperkuat jantung dan paru-paru.

Selain mampu memperbaiki fungsi tubuh dalam memanfaatkan oksigen, olahraga kardio ternyata juga bermanfaat memperbaiki denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan.

Olahraga kardio bukan hanya baik untuk menaikkan detak jantung dan pernapasan saja, tetapi juga dapat meningkatkan kekuatan tulang, mengurangi stres, serta terbukti efektif dalam membantu menurunkan berat badan seseorang.

Berikut adalah berbagai jenis olahraga kardio yang sangat aman untuk dilakukan di rumah.

Gerakan Burpees         

Gerakan olahraga kardio yang satu ini juga cocok untuk kamu yang malas berolahraga. Gerakan yang satu ini sangat sesuai untuk melatih semua bagian tubuh dalam satu gerakan.

Cara melakukannya dengan berdiri dengan kaki selebar bahu dan rentangkan kedua tangan ke atas dengan telapak menghadap depan.

Lalu melontarkan tubuh ke atas setinggi yang kamu mampu sambil menarik napas. Terus ulangi siklus sampai kamu menyelesaikan 10-20 repetisi burpees.

Jogging

Olahraga kardio jogging bisa kamu lakukan outdoor maupun indoor. Untuk kamu yang tidak ada akses space ruangan yang besar, olahraga ini bisa dilakukan di tempat.

Dibandingkan olahraga lari, jogging menggunakan lebih sedikit tekanan di bagian sendi sehingga lebih cocok untuk kamu yang sering bermasalah di bagian lutut.

Olahraga jogging juga cocok untuk para pemula karena gerakannya yang natural dan mudah dilakukan. Rata-rata orang membakar 110 kalori setiap 1 kilometer (km).

Gerakan Jumping Jacks

Olahraga kardio jumping jacks diawali dengan berdiri tegak, kemudian melompat dengan membuka kaki dan membuka tangan ke samping hingga sampai ke atas kepala.

Jumping jacks merupakan olahraga kardio terbaik yang dapat meningkatkan detak jantung dan melancarkan aliran darah.

Lompat Tali

Jenis olahraga kardio paling efektif yang mudah dilakukan dan dapat membakar sekitar 220 kalori dalam 20 menit.

Kita juga tidak perlu mengeluarkan banyak uang, serta tidak memerlukan keahlian khusus, dan dapat dilakukan di mana pun serta kapan pun.

Kamu hanya perlu menyiapkan tali untuk melakukan lompat tali. Ingat jangan melompat terlalu tinggi, cobalah untuk melalui talinya saja.

Gerakan Mountain Climbers

Cara melakukan olahraga kardio terbaik yang satu ini dengan membuat posisi push up dan tubuh tetap lurus kemudian diikuti gerakan lutut maju mendekati dada.

Lalu tekuk lutut kiri dan silangkan ke arah kanan dalam tubuh (posisi kaki seperti berlari) menghampiri siku kanan.

Kemudian berganti posisi, silangkan lutut kanan ke arah kiri dalam tubuh. Lakukan bergantian secepat mungkin tanpa mengangkat pinggul, selama 30 sampai 60 detik.

Selain untuk meningkatkan detak jantung, gerakan olahraga kardio ini melatih perut, kaki, dan glutes.

Gerakan Naik Turun Tangga

Ini adalah salah satu olahraga kardio yang paling mudah dilakukan. Kamu hanya butuh mencari tangga saja. Bisa di kantor, rumah, atau tempat lainnya.

Naik turun tangga adalah cara yang bagus untuk latihan jantung dan paru-paru. Kamu bisa mendaki cepat, lompat (melongkapi satu anak tangga), atau lompat menyamping (lateral high knee).

Lakukan 3 repetisi naik-turun tangga untuk melengkapi 1 setnya.

Squat Jump

Olahraga kardio yang mudah dilakukan satu ini berfungsi untuk melatih kekuatan otot, terutama kaki.

Squat dilakukan dengan posisi awal tubuh berdiri dan kaki dibuka sedikit lebar. Lalu, tangan diletakkan di belakang kepala, sedikit melompat dengan mendarat pada posisi setengah jongkok, hingga lutut menekuk.

Olahraga ini membutuhkan persendian yang kuat dan hati yang kuat. Dengan latihan apa pun, mendaratlah dengan lembut untuk melindungi persendian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Refocusing Anggaran MBG Makin Berpihak pada Kerentanan

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Setelah lebih dari satutahun berjalan dan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah, pemerintah kini melakukan refocusing atau penajaman sasaran program. Langkahtersebut bukan sekadar upaya efisiensi anggaran, melainkan bagian dari strategi untukmemastikan setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar memberikan dampakmaksimal terhadap perbaikan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan.Di tengah tantangan fiskal global, tekanan ekonomi internasional, serta kebutuhanpembangunan di berbagai sektor, pemerintah memilih pendekatan yang lebih terukur. Fokus tidak lagi semata-mata pada besarnya jumlah penerima manfaat, tetapi padakualitas intervensi dan ketepatan sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwapemerintah tidak sedang mengurangi komitmen terhadap pembangunan sumber dayamanusia, melainkan memperkuat efektivitas program agar hasilnya lebih nyata.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjadi figur yang pertama kali menjelaskan arah kebijakan baru tersebut. Menurutnya, pemerintah telah memutuskanuntuk menggeser orientasi program dari mengejar kuantitas menuju peningkatankualitas pelaksanaan. Dalam berbagai kesempatan, Nanik menegaskan bahwa BGN tidak lagi menjadikan target puluhan juta penerima sebagai satu-satunya ukurankeberhasilan program. Sebaliknya, perhatian diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi, terutama masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, danterluar (3T), wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, serta kelompok rentan lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sedang membenahi tata kelola program melaluirefocusing penerima manfaat, optimalisasi dapur yang sudah ada, moratorium pembangunan dapur baru, serta pencarian sumber pendanaan alternatif agar bebanAPBN dapat lebih terkendali. Langkah tersebut diyakini dapat menghasilkanpenghematan yang signifikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan gizi yang diterima masyarakat.Lebih jauh, Nanik menilai bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukanoleh jumlah paket makanan yang dibagikan setiap hari. Yang jauh lebih penting adalahsejauh mana program mampu menurunkan angka stunting, memperbaiki status gizianak, serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan kelompok rentan. Karenaitu, pemerintah memilih untuk mengarahkan sumber daya pada wilayah yang selama inijustru belum banyak tersentuh layanan gizi. Pendekatan tersebut sejalan denganarahan Presiden agar manfaat program dapat lebih dahulu dirasakan oleh masyarakatyang menghadapi kerentanan paling tinggi. Setelah arah kebijakan tersebut dijelaskan oleh Kepala BGN, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari kemudian memberikan gambaran lebih rinci mengenai implementasirefocusing yang sedang disiapkan pemerintah. Menurut Agustina, BGN saat inimelakukan berbagai simulasi untuk memastikan bahwa indikator keberhasilan program dapat dicapai secara lebih efektif dan spesifik. Evaluasi dilakukan terhadap komposisipenerima manfaat agar intervensi gizi benar-benar menyasar kelompok yang memilikikebutuhan paling besar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menelaah kembalicakupan penerima manfaat yang sebelumnya dirancang sangat luas, sehingga program dapat menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam jangka panjang.Agustina juga menekankan bahwa proses penyesuaian tersebut merupakan bagiannormal dari perencanaan anggaran pemerintah. Dengan mempertimbangkan efektivitasprogram dan kondisi fiskal negara, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiapalokasi anggaran memberikan manfaat yang optimal. Dalam berbagai pembahasananggaran tahun 2027, BGN mengkaji kemungkinan pengurangan penerima manfaatyang dinilai tidak lagi menjadi prioritas utama, sehingga ruang fiskal dapat difokuskankepada kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak mengurangi perhatian terhadap isu gizi, melainkan memperkuat ketepatan sasaran kebijakan.Pandangan tersebut mendapat dukungan dari kalangan pasar dan pelaku ekonomi. Head of Research Kiwoom Sekuritas,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini