Koperasi Desa Menjadi Motor Baru Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

Baca Juga

Mata Indonesia, JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen strategis untuk mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat pembangunan yang lebih inklusif hingga ke tingkat desa.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menegaskan pemerintah saat ini tengah memperbaiki tata kelola berbagai program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola MBG dan KDMP untuk memastikan setiap rupiah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan eksekusi program bisa lebih tepat sasaran, lebih efektif, efisien, serta terbebas dari praktik-praktik korupsi,” kata Gibran.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola program juga penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kemampuan fiskal pemerintah.

“Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional,” lanjutnya.

Komitmen pemerintah tersebut mulai terlihat di berbagai daerah. Di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan perkembangan yang positif.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan dari target 250 unit koperasi yang direncanakan, sebanyak 73 bangunan telah selesai dibangun.

“Alhamdulillah, hari ini kita meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Kampar. Dari target 250 unit, sebanyak 73 bangunan telah selesai,” ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan.

Menurut SF Hariyanto, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar, terutama dalam penyediaan lahan yang menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan.

Ia optimistis seluruh target pembangunan koperasi di Kabupaten Kampar dapat diselesaikan tahun ini.

“Targetnya seluruh pembangunan dapat selesai tahun ini. Untuk operasional, kita menunggu arahan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai koperasi memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pengembangan ekonomi hijau yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Koperasi mendorong berbagai kegiatan perkembangan koperasi berbasis energi terbarukan, sehingga instrumen kemandirian ekonomi desa itu juga bisa berkembang secara bersamaan,” ujarnya.

Ferry menegaskan transformasi ekonomi tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah dan pelaku usaha besar, tetapi juga harus tumbuh dari tingkat komunitas melalui koperasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Optimalisasi Bendungan dan Irigasi Perkuat Ketahanan Indonesia di Tengah Kemarau

Oleh: Alfariz Ghani )*Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada 2026 menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan yang matang. Ancaman penurunan ketersediaan air, gangguan produksi pangan, hinggameningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah menuntut langkahantisipatif yang terukur. Dalam situasi musim kemarau seperti ini, pemerintah menunjukkankeseriusannya dengan menempatkan optimalisasi bendungan dan jaringan irigasi sebagai fondasi utama menjaga ketahanan nasional.Langkah yang dilakukan pemerintah menjadi sangat penting mengingathasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun 2026 bertepatan dengan fenomena El Nino yang berpotensi membuat kondisi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis Indonesia. Pemerintah tidak menunggu dampak kemarau terjadi. Sejak awal, berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan pasokan air tetaptersedia dan sektor pertanian tetap produktif. Kementerian PekerjaanUmum menegaskan bahwa musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama perlu diantisipasi melalui langkah yang terencana, terukur, dan terintegrasi.Dalam menghadapi kondisi tersebut, bendungan memiliki peran yang sangat strategis. Keberadaan bendungan tidak hanya berfungsi sebagaipenampung air saat musim hujan, tetapi juga menjadi sumber pasokanutama ketika curah hujan menurun. Melalui pengelolaan yang tepat, air yang tersimpan dapat dimanfaatkanuntuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mendukung sektor pertanian, hingga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.Pemerintah memahami bahwa keberhasilan bendungan tidak hanyaditentukan oleh kapasitas tampungannya. Yang tidak kalah penting adalahbagaimana air yang tersedia dapat didistribusikan secara efektif melaluijaringan irigasi yang andal. Karena itu, penguatan sistem irigasi menjadibagian penting dari strategi nasional menghadapi kemarau.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Adenan Rasyid, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkansejumlah langkah prioritas dalam menghadapi kemarau panjang. Salah satunya adalah optimalisasi operasi tampungan air melalui pengaturanalokasi yang berbasis data dan kebutuhan prioritas. Pendekatan inimemungkinkan setiap tetes...
- Advertisement -

Baca berita yang ini