Wahai, Pasien Covid-19 Isoman, Yuk Siapkan Vitamin Berikut Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri (isoman). Jangan lupa siapkan vitamin-vitamin berikut ini.

Isoman menjadi cara yang dianjurkan bagi orang yang terinfeksi virus corona. Namun hanya pada kasus yang tidak memiliki gejala atau bergejala ringan. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan pada orang lain, sebab virus yang ada di tubuh bisa dengan sangat mudah menyebar.

Isoman juga dilakukan untuk memantau perkembangan virus di dalam tubuh. Jika dalam 14 hari tidak juga muncul gejala, atau setelah mendapatkan hasil negatif dari tes PCR, isolasi mandiri bisa dihentikan.

Sangat penting untuk melakukan isoman dengan cara yang benar. Selama menjalani prosedur penyembuhan yang satu ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Biar lekas pulih, kamu disarankan untuk mempersiapkan beberapa hal, termasuk obat-obatan dan vitamin.

Dikutip dari Halodoc, Selasa 20 Juli 2021, konsumsi obat merupakan salah satu cara untuk meredakan penyakit. Dalam kasus Covid-19, obat-obatan dan vitamin berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh sehingga bisa melawan infeksi virus. Ada beberapa jenis obat dasar yang harus ada di rumah selama isolasi mandiri, di antaranya:

1. Vitamin C
Jenis vitamin ini bisa memberi manfaat antioksidan dan antiinflamasi. Vitamin C bisa membantu mempercepat pemulihan sehingga bisa beraktivitas kembali.

2. Vitamin D
Vitamin D bisa membantu efek antiinflamasi di dalam tubuh dan meningkatkan respons dari imun bawaan.

3. Zinc
Penting juga untuk mengonsumsi multivitamin yang mengandung zinc. Jenis obat ini disebut bisa membantu menghambat replikasi virus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini