Waduh! Drama ‘Jirisan’ Dapat Ulasan Buruk, Sahamnya Jadi Anjlok

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama terbaru tvN dengan genre mistery-thriller ini mendapatkan rating rendah pada awal episodenya. Drama dengan tajuk ‘Jirisan’ dapat reaksi dari netizen bahwa hasil dari episode pertamanya tidak sesuai dengan ekspektasi.

Banyak penggemar drama Korea yang kecewa akan hasil editingnya. Karena itu saham perusahaan jadi jatuh dan menerima ulasan negatif setelah episode pertama tayang.

Mengutip dari Allkpop, penonton khususnya dari Korea Selatan mengkritik grafis komputer dari drama ‘Jirisan’ dengan kualitas rendah. Selain itu pula banyak yang mengkritik mengenai penempatan produk iklan yang berlebihan di sepanjang drama.

A Story selaku perusahaan produksi untuk drama ‘Jirisan’ telah memperdagangkan sahamnya untuk investor sekitar 41.150 won atau sekitar 500 ribu rupiah per sahamnya. Lalu banyak penjual saham yang kecewa karena saham perusahaan tersebut turun sekitar 9.400 won atau sekitar 114 ribu rupiah saja per sahamnya.

Hal ini menunjukkan dampak yang tinggi hingga menurunkan saham sekitar 20 persen. Walaupun mendapat banyak kritikan, ‘Jirisan’ juga menerima peringkat dari pemirsanya karena episode keduanya telah tayang.

Episode kedua dari drama ‘Jirisan’ ini dinilai rata-rata 12,2 persen untuk rumah tangga di wilayah metropolitan Seoul. Sebenarnya untuk peringkat pemirsa itu memiliki nilai puncaknya sampai 14,4 persen.

Drama ini diperankan oleh Jun Ji Hyun dan Ju Ji Hoon. Kedua menjadi perhatian netizen karena keduanya merupakan aktor cukup terkenal yang telah memainkan banyak drama-drama hype pada zamannya.

Selain itu juga yang menjadi pusat perhatian netizen ialah penulis naskah cerita ‘Jirisan’, Kim Eun Hee. Sebelumnya beliau pernah menuliskan naskah untuk drama ‘Signal’ dan ‘Kingdom.

Sedangkan sutradaranya ialah Lee Eung Bok yang mana pernah menyutradarai drama ‘Mr. Sunshine’ dan ‘Descendants of the Sun’.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penyerahan Dana 11.4 T Bukti Ketegasan Hukum dan Integritas Pemerintah Selamatkan Aset Negara

Oleh: Ahmad SubarkahPemandangan tumpukan uang tunai senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 April 2026, bukan sekadar seremonial birokrasi biasa yang kerap menghiasi layarkaca. Bagi publik yang jeli melihat arah kebijakan nasional, peristiwa tersebut adalah proklamasiatas babak baru penegakan hukum di Indonesia, yakni sebuah fase di mana hukum tidak hanyaberfungsi memenjarakan badan, tetapi juga secara agresif memulihkan urat nadi perekonomiannegara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan sekitar satu setengahtahun, langkah strategis melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menjelmamenjadi instrumen penyelamat fiskal yang sangat konkret dan terukur. Fenomena ini menandaipergeseran paradigma penegakan hukum dari yang bersifat retributif semata menjadi restitusifinansial yang masif demi kepentingan rakyat banyak.Langkah pemerintah dalam menarik denda administratif dan menyita aset hasil kejahatan sektorkehutanan merupakan jawaban cerdas sekaligus berani atas tantangan defisit anggaran yang sedang membayangi. Sebagaimana diketahui, data kuartal pertama tahun 2026 menunjukkanbahwa APBN per 31...
- Advertisement -

Baca berita yang ini