Tom Holland Akui Syuting ‘Uncharted’ Lebih Sulit Dibanding ‘Spider-Man: No Way Home’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Sang aktor Spider-Man, Tom Holland, baru-baru ini mengungkapkan terkait proses syutingnya selama ini untuk film aksi terbarunya yang berjudul ‘Uncharted’.

Mengutip dari Screen Rant, melalui wawancaranya Tom berbicara tentang pendekatannya selama syuting ‘Uncharted’ dan kaitannya dengan proyek-proyek sebelumnya. Ia membandingkan tekanan saat mempersiapkan karakternya sebagai Nathan Drake dengan tekanannya sebagai Peter Parker atau Spider-Man.

“Kupikir saat mempersiapkan Spider-Man, aku terlalu muda dan naif untuk memahami tekanan yang aku alami, yang menurutku adalah hal yang sangat bagus,” kata Tom Holland.

Ia mengaku jadi merasa jauh lebih tertekan dan berat untuk dijalankan selama proses syuting ‘Uncharted’.

“Aku jadi lebih dewasa sekarang saat syuting ‘Uncharted’ dan aku menyadari paparan publik yang datang dengan membuat film semacam ini. Jadi tekanannya terasa jauh lebih berat saat membuat ‘Uncharted’,” sambungnya.

Sementara itu, film yang diperankan Tom Holland ini merupakan waralaba dari video game Naughty Dog yang menceritakan tentang Nathan Drake yang bijak. Ia seorang pemburu harta karun yang memulai petualangan berbahaya untuk menemukan artefak tak ternilai ala Indiana Jones.

Rencananya film ini akan rilis di bioskop pada 18 Februari 2022. Sedangkan untuk video gamenya akan rilis pada awal tahun 2022 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini