Tidur Siang Mengurangi Risiko Penyakit Jantung, Mitos atau Fakta?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Siapa yang tidak suka tidur siang? Kegiatan ini merupakan aktivitas yang sangat disukai semua orang.

Namun, di tengah padatnya aktivitas, kegiatan tidur siang sering kali terlupakan. Padahal, ada banyak manfaat yang bisa didapat lho!

Salah satunya yang jadi perbincangan ialah mengurangi risiko penyakit jantung. Banyak yang percaya, tidur siang bisa membuat jantung lebih sehat. Mitos atau fakta?

Dilansir dari sebuah jurnal Heart, tertulis bahwa tidur siang satu atau dua kali dalam sepekan dapat menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.

Hal tersebut terbukti dari sebuah penelitian. Mereka memantau 3.400 peserta studi yang berusia 35-75 tahun selama lebih dari lima tahun.

Hasilnya, peneliti menemukan mereka yang satu atau dua kali tidur siang selama 5-60 menit dalam seminggu, 48 persen lebih kecil kemungkinan mengalami serangan jantung. Sebaliknya, mereka yang tak tidak siang sama sekali justru memiliki risiko lebih tinggi.

Tak hanya itu, tidur siang dengan waktu yang cukup juga bisa membuat tubuh jadi lebih berenergi. Sebuah astronot menemukan bahwa tidur siang selama 40 menit bisa meningkat kinerja hingga lebih dari 30 persen.

Melakukan tidur siang juga bisa membuat pikiran lebih berkonsentrasi. Sebuah riset menyebutkan bahwa orang yang tidur siang selama 15–30 menit, akan terlihat lebih segar, mudah fokus, dan produktif, daripada orang yang kelelahan saat bekerja.

Maka, dapat disimpulkan bahwa tidur siang bisa mengurangi risiko terjadi serangan jantung, asalkan dilakukan dengan baik dan benar serta tidak berlebihan. Dilansir dari Alodokter, waktu yang tepat untuk tidur siang adalah pukul 2–3 siang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini