Ternyata Potongan Film ‘Elvis’ Sepanjang 4 Jam, Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Sutradara film ‘Elvis’, Baz Luhrmann, baru-baru ini mengungkapkan bahwa filmnya memiliki potongan sutradara dengan durasi empat jam lho. Ia menyebutkan potongan gambar itu termasuk adegan pertemuan terkenal Presley dengan Presiden Richard Nixon.

Melansir dari Screen Rant, pembuat film awalnya mengumpulkan 240 menit cuplikan. Baz mengungkapkannya melalui wawancara dengan Radio Times.

Karena mengingat batasan waktu dari potongan itu dia harus memotong beberapa klip penting dan menurunkan film ke dalam kurung waktu 159 menit saja.

Di antara adegan-adegan yang dia hapus dari Elvis, ia juga menyebutkan adegan pertemuan penyanyi 70-an yang dipublikasikan dengan Presiden Richard Nixon dihapus. Termasuk interkasi dengan bandnya juga dihapus.

“Maksudku, sebenarnya aku punya versi empat jam. Aku bersedia. Tapi kalian harus menurunkannya jadi 2 jam 30 menit. Aku ingin lebih banyak membahas beberapa hal lainnya, masih banyak lagi,” jelas Baz.

Dalam visi aslinya, Baz telah berusaha untuk menunjukkan romansa awal Elvis dengan pacar pertamanya, Dixie. Pencarian cinta berikutnya, kecanduan obat penenang dan penampilan media yang kontroversial.

Namun karena tak menemukan ruang dan waktu untuk memasukkan semua itu ke dalam film, Baz akhirnya memutuskan untuk tetap berpegang pada peristiwa dan aspek yang menangkap ‘semangat karakter’.

Sementara itu, film ‘Elvis’ akan tayang di bioskop Indonesia pada 24 Juni 2022 mendatang. Baca reviewnya di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini