Terlalu Banyak Konsumsi Telur Bisa Sebabkan Diare Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Telur merupakan makanan yang kaya akan gizi di muka di planet ini. Satu telur utuh mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Telur merupakan sumber protein lengkap, kaya vitamin B12, vitamin D, dan beberapa antioksidan lainnya, yang membantu tubuh tetap sehat serta mencegah penyakit kronis. Akan tetapi, terlalu banyak mengsonsumsi telur dalam sehari juga tak baik untuk kesehatan karena kandungan kolesterol yang tinggi pada kuning telur.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi telur juga dikaitkan dengan penyakit perut. Melansir Times of India, berikut informasi sebarapa berapa banyak telur yang dapat Anda konsumsi dalam sehari.

Telur dan kadar kolesterol

Mengonsumsi terlalu banyak telur dalam sehari dipercaya dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Itu karena kandungan kolesterol dalam kuning telur yang tinggi. Satu kuning telur mengandung sekitar 200 miligram (mg) kolesterol dan tingkat yang disarankan hariannya tidak lebih dari 300 mg per hari.

Akan tetapi, penelitian terbaru menegaskan bahwa kolesterol makanan memiliki sedikit pengaruh pada tingkat kolesterol total dan kolesterol jahat dalam tubuh. Faktanya, lemak jenuh makananlah yang meningkatkan tingkat kolesterol LDL.

Berapa jumlah maksimum telur yang dapat dikonsumsi dalam sehari?

Ketika berbicara tentang berapa banyak telur yang dapat Anda konsumsi dengan aman dalam sehari, tidak ada jawaban spesifik. Ini berbeda dari orang ke orang dan kesehatan mereka secara keseluruhan.

Berdasarkan penelitian terbaru, rata-rata orang sehat dapat dengan aman mengonsumsi hingga tujuh telur per pekan. Jika Anda tidak menderita masalah kesehatan apa pun atau belum pernah menyaksikan efek samping apa pun, Anda dapat dengan mudah mengonsumsi hingga tiga telur dalam sehari.

Efek samping terlalu banyak konsumsi telur

Telur itu sehat dan bergizi, tetapi tidak berarti Anda bisa memakannya sebanyak yang Anda mau. Untuk hidup panjang umur dan sehat, penting untuk memasukkan setiap jenis makanan ke dalam makanan Anda. Makanan yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan dan hal yang sama berlaku untuk telur.

Mengonsumsi terlalu banyak telur dalam sehari, terutama di musim panas, dapat menyebabkan penumpukan panas dalam tubuh yang dapat menyebabkan masalah pada buang air besar. Selain itu, dapat menyebabkan diare, terutama pada anak kecil. Jadi, penting untuk mengontrol asupan Anda.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang mampu menyatakan dengan jelas jumlah maksimum telur yang bisa dimakan seseorang dalam sehari. Diperlukan lebih banyak penelitian di bidang ini untuk sampai pada kesimpulan apa pun. Selalu disarankan untuk mengonsumsi makanan apa pun dalam jumlah sedang. Terlalu banyak makanan sehat juga dapat merusak kesehatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini