Sultan! Oufit Lebaran Nagita Slavina Capai Ratusan Juta, Harga Bandonya Jadi Sorotan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gaya fashion Nagita Slavina selalu menjadi sorotan netizen. Hal ini lantaran pakaian yang dikenakannya selalu memiliki harga yang fantastis

Tam terkecuali seperti outfit yang istri Raffi Ahmad ini pakai saat lebaran kemarin.

Idul Fitri kali ini, keluarga Raffi-Nagita kompak memakai pakaian warna abu-abu dan coklat pastel. Momen itu terlihat dari unggahan mereka di media sosial, @raffinagita1717.

Gigi tampil cantik dengan dress bermotif bordir bunga berwarna coklat pastel dengan bawahan rok plisket. Penampilannya cantik dilengkapi bando dengan warna senada.

Seperti biasa, meski terlihat sederhana, harga baju ibu dua anak inj selalu mengejutkan netizen. Tak tanggung-tanggung, baju itu ditaksir mencapai harga 59,9 juta Rupiah.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by FNS (@fashion_nagitaslavina)

Ternyata, outfit lebaran Gigi ini merupakan rancangan seorang desainer asal Solo, SaptoDjojokartiko.

Sementara itu, untuk ‘Pleated Skirt in Blush’ yang ia pakai mencapai 27,5juta Rupiah, sedangkan bando ‘Emblished Puff Headband’ seharga 9,5 juta Rupiah

Jika ditotal, outif lebaran ibunda dari Rafathar ini mencapai 96 juta Rupiah lho!

Tentu saja hal ini menghebohkan netizen karena fantastisnya harga outfit baju lebaran Nagita Slavina. Tak sedikit yang mengatakan harga stelan lebaran Gigi itu bisa digunakan untuk beli mobil.

Gimana menurut kamu?

Reporter: Dinda Nurshinta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

UU PPRT Disambut Hangat, Buruh Apresiasi LangkahNyata Pemerintah

Oleh: Donny Hutama )*Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi tonggak penting dalam perjalanan kebijakanketenagakerjaan nasional. Regulasi ini tidak hanya menandai hadirnyanegara dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja sektordomestik, tetapi juga menjadi jawaban atas aspirasi panjang yang telahdiperjuangkan selama lebih dari dua dekade.Momentum pengesahan UU PPRT disambut hangat oleh kalangan buruhyang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah konkret pemerintahdalam menghadirkan keadilan. Dukungan ini mencerminkan adanyakepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah yang semakin responsifterhadap kebutuhan pekerja, khususnya kelompok yang selama ini beradadi sektor informal.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, memandang pengesahan UU PPRT sebagai kemenangan bagipekerja rumah tangga di seluruh Indonesia. Ia menilai kehadiran regulasiini menjadi bukti nyata bahwa negara telah memberikan perlindunganyang layak setelah proses perjuangan yang panjang. Ia juga menekankanbahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari komunikasi intensif antarapemerintah dan serikat pekerja yang berlangsung secara konstruktif.Lebih lanjut, Andi Gani mengungkapkan bahwa dialog yang terjalin antarapemerintah, parlemen, dan kalangan buruh sebelumnya telah membukaruang pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk RUU PPRT. Menurut Andi Gani, proses tersebut menunjukkan bahwa pendekatankolaboratif mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak padakepentingan masyarakat luas.Di sisi lain, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menilai pengesahan UU PPRT sebagai tonggak sejarah bagi pekerja sektor domestik. Ia menegaskanbahwa regulasi ini merupakan wujud pelaksanaan amanat konstitusi yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan danpenghidupan yang layak. Dengan demikian, negara memiliki kewajibanuntuk memastikan seluruh pekerja, termasuk pekerja rumah tangga, mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.Puan juga menekankan bahwa UU PPRT membawa perubahanmendasar dalam struktur hubungan kerja pekerja rumah tangga. Hubungan yang sebelumnya bersifat informal kini diarahkan menjadihubungan kerja formal yang memiliki kepastian hukum. Langkah ini dinilaipenting untuk memberikan pengakuan yang lebih kuat terhadap profesipekerja rumah tangga sebagai bagian dari sistem ketenagakerjaannasional.Regulasi tersebut turut mengatur berbagai aspek penting, seperti bataswaktu kerja yang wajar, hak atas waktu istirahat, serta hak cuti dalamberbagai kondisi. Selain itu, perlindungan terhadap keselamatan dankesehatan kerja juga menjadi perhatian utama dalam undang-undang ini. Pemerintah dipandang memiliki peran strategis dalam memastikanimplementasi kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan.Puan menilai bahwa kehadiran UU PPRT juga memberikan kepastian bagipemberi kerja dalam menjalankan hubungan kerja yang lebih profesional. Dengan adanya aturan yang jelas, potensi konflik dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis danberkeadilan.Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, melihatpengesahan UU PPRT sebagai bentuk nyata dari semangat emansipasiperempuan yang terus hidup hingga saat ini. Ia menilai bahwa tanpaperlindungan hukum, gagasan emansipasi hanya akan menjadi retorikatanpa makna. Oleh karena itu, kehadiran UU...
- Advertisement -

Baca berita yang ini