Suka dan Duka Pria dengan Penis Terbesar Dunia yang Mencapai 34 Cm

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Memiliki penis yang besar adalah impian banyak pria. Tapi, hal itu tak berlaku bagi Jonah Falcon, yang disebut sebagai pria dengan penis terbesar di dunia.

Mungkin penis besar yang dimaksud adalah ukuran yang tak terlalu over. Sementara Falcon punya penis dengan panjang mencapai 34 cm saat ereksi. Bukannya senang, dia justru merasa gelisah karena kesulitan berhubungan seksual.

Menurut Falcon, ada banyak wanita yang kesulitan saat berhubungan seks dengannya. Alih-alih menikmati, wanita tersebut justru merasakah rasa sakit luar biasa dan sangat tidak nyaman.

“Punya penis besar tak selamanya menyenangkan dan 45 persen pria memimpikan itu. Saya harus ekstra hati-hati saat berhubngan seks demi melindungi aset berharga ini,” ujar Falcon.

Ada suka dan duka yang dialami Falcon sebagai pemilik penis terbesar di dunia. Salah satu hal yang membuatnya bangga adalah, ada banyak wanita terkenal yang mengajaknya berhubungan seks. Tapi, saat ‘tempur’, wanita-wanita tersebut kesulitan.

“Saya menggunakan semua pelumas yang saya bisa. Sepertinya mereka mengharapkan penis besar tapi tidak sebesar ini. Saya selalu sangat berhati-hati. Saya ingat, suatu waktu ereksi terjadi ke arah yang salah dan penis saya mengalami fraktur kecil,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini