Solo Traveling ke Eropa Saat Inflasi, Apakah Masih Layak?

Baca Juga

MATA INDONESIA,EROPA – Adanya inflasi di Eropa dan menurunnya nilai tukar mata uang menyebabkan sebagian orang memanfaatkan keadaan ini untuk solo traveling ke Eropa. Ini tentunya menjadi harapan bagi para treveler untuk dapat menghemat pengeluaran.

Penasihat Perjalanan DPP Travel, Mandy Pullin mengatakan bahwa perjalanan ke Eropa musim gugur ini sedang booming. Ia juga mengatakan “Pemasok dan penasihat perjalanan berjuang untuk memenuhi kebutuhan orang-porang yang ingin pergi. Hal yang menambah urgensi adalah euro dan dolar hampir satu lawan satu,sehingga pelancong dapat lebih mudah melihat nilai dolar mereka,” dilansir dari Forbes.

Harga tiket pesawat dan harga kamar hotel turun, sementara permintaan perjalanan ke Eropa tentunya makin tinggi di musim apapun. Namun disisi lain ada beberapa hal yang mengganggu contohnya layanan udara yang tidak konsisten dan masih adanya covid-19.

Hal tersebut mungkin yang membuat para traveler masih bertanya-tanya apakah masih layak untuk mengunjungi Eropa pada musim gugur ini.

Semenjak pandemi covid-19 berkurang di berbagai negara, turis dari mancanegara terus berdatangan menuju Eropa hingga benar-benar tidak ada tanda-tanda akan berhenti.

Bulan September sebenarnya menjadi bulan yang sibuk di Eropa daripada bulan Agustus. Hal tersebut menjadi sesuatu yang langka dan untuk pertama kalinya terjadi dalam kurun waktu 22 tahun terakhir.

Walaupun banyak harga yang turun, namun para traveler tampaknya masih harus memperhatikan beberapa hal.

Di Eropa harga bisa menipu. Inflasi di Eropa tergolong tinggi, itu bisa menjadi kemungkinan traveler harus membayar lebih untuk hotel,makan,dan kegiatan tur.

Jika ingin menghemat akomodasi,traveler bisa merencanakan perjalanan di musim gugur. Jangan datang terlalu cepat sebelum akhir musim gugur karena traveler dapat menemukan harga yang cenderung masih tinggi.

Para penggemar solo traveling bisa mencoba untuk memesan tempat singgah selama liburan dan memasak sendiri daripada pergi ke restoran.

Untuk urusan transportasi,para traveler bisa lebih dulu mengecek tarif angkutan masal seperti bus atau kereta sebelum memutuskan untuk menyewa mobil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Harga Daging Sapi di Bantul mulai Turun, Ini yang jadi Penyebabnya

Mata Indonesia, Bantul - Setelah Lebaran, harga daging sapi di Bantul mulai mengalami penurunan secara perlahan. Nur Wijaya, Lurah Pasar Niten, membenarkan hal tersebut dengan mengatakan bahwa pada 15-16 April 2024, harga daging sapi sudah stabil.
- Advertisement -

Baca berita yang ini