Soal dan Jawaban Materi Dongeng Ibu Diva 1-3 SD di TVRI 13 November 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program Belajar dari Rumah TVRI hingga kini masih terus berlanjut di masa new normal corona (covid-19).

Berikut soal dan kunci jawaban materi ‘Dongeng Ibu Diva’ di TVRI untuk kelas 1-3 SD pada Jumat, 13 November 2020, dilansir dari Kemdikbud :

1. Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari kejadian yang menimpa Cici?
Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian yang menimpa Cici Kelinci adalah Siapapun yang tekun, ulet serta mempersiapkan diri dengan baik dan senantiasa berdoa, maka akan memenangkan lomba. Sebaliknya siapapun yang ceroboh dan tidak mempersiapkan diri dengan baik apalagi sombong, maka akan kalah.

2. Menurut kalian apa manfaat bersikap rukun dalam keluarga?
– Hidup kita akan menjadi lebih harmonis
– Komunikasi menjadi lebih baik
– Mempererat tali persaudaraan dan persatuan
– Keadaan lebih aman dan tenteram
– Memiliki banyak teman
– Menghinndari perselisihan

3. Tuliskan pengalamanmu berbagi dengan teman di rumah atau di sekolah!
– Pada saat saya membawa bekal makanan ke sekolah, saya pasti akan membagikannya dengan teman-teman saya. Rasanya lebih indah bisa makan Bersama teman-teman.

– Pada saat ada pelajaran menggambar di sekolah, saya lupa membawa krayon. Untungnya teman sebangku saya Lala meminjamkan carayonnya untuk bisa kami gunakan Bersama-sama. Sehingga saya tidak perlu khawatir tidak bisa menyelesaikan tugas menggambar saya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini