Soal dan Jawaban Materi Cerita Ibu Diva dan Malin Kundang 1-3 SD di TVRI 14 Oktober 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program Belajar dari Rumah TVRI hingga kini masih terus berlanjut di masa new normal corona (covid-19).

Berikut soal dan kunci jawaban materi ‘Cerita Ibu Diva dan Malin Kundang’ di TVRI untuk kelas 1-3 SD pada Rabu, 14 Oktober 2020, dilansir dari Kemdikbud :

1. Apa yang harus kamu lakukan agar disayang semua orang? Berikan dua contohnya!
– Menyayangi semua orang
– Bersikap jujur
– Tidak sombong
– Tidak pilih-pilih teman
– Suka menolong
– Tidak membandingkan teman satu dengan yang lainnya
– Bersikap musyawarah

2. Pelajaran apa yang kamu peroleh dari kisah Malin Kundang?
– Menghormati Orangtua
Pesan moral dongeng Malin Kundang yang utamanya adalah wajib menghormati orang tua. Mulai dari menghargai hingga menyayangi harus dilakukan seorang anak kepada orangtua dalam keadaan hiduf maupun wafat.

– Tidak boleh berbohong
Di dalam dongeng Malin Kundang terdapat sebuah alur cerita di mana Malin ingin menikahi seorang perempuan. Namun ia berbohong dengan mengatakan bahwa ia berasal dari keluarga Ningrat dan Kaya. Bahkan di depan istrinya, ia tidak mengakui bahwa sang Ibu adalah ibu kandungnya.

– Tidak boleh lupa diri
Satu pesan morang yang cukup penting adalah tidak boleh lupa diri apabila sudah sukses. Hal ini dicerminkan dalam dongen Malin Kundang. Ketika Malin merantau dan meraih kesuksesan, ia melupakan siapa dia dan dari mana ia berasal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini