Simak Ya Gaes! Ini Beda Sakit Tenggorokan Biasa dengan Gejala Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di tengah pandemi, biasanya orang akan merasa khawatir saat sakit tenggorokan karena dihubungkan dengan Covid-19. Tapi, ada bedanya sakit biasa dengan gejala Covid-19.

Tak bisa dimungkiri juga setiap sakit tenggorokan, demam, atau sakit kepala mungkin kamu akan mencurigainya sebagai gejala COVID-19. Kamu pun akan segera mengambil smartphone untuk mencari informasi apakah benar gejala sakit tenggorokan yang kamu alami ini adalah gejala dari Covid-19.

Faktanya, Covid-19 bukanlah satu-satunya penyebab iritasi atau sakit tenggorokan. Ada beberapa alasan mengapa tenggorokan bisa sakit dan untungnya tidak semuanya menular atau perlu mendapat perhatian khusus.

Secara umum, sakit tenggorokan biasanya ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

1. Nyeri atau perasaan kering, gatal, atau serak di tenggorokan.
2. Kesulitan berbicara dan menelan.
3. Kelenjar sakit dan bengkak di leher.
4. Kemerahan atau bercak nanah di tenggorokan dan amandel.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memang melaporkan bahwa kebanyakan sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, tetapi tidak hanya karena virus SARS-CoV-2. Sebab, penelitian menunjukkan hanya 5 hingga 14 persen orang dengan Covid-19 mengalami rasa sakit atau iritasi di tenggorokan.

Dikutip dari Halodoc, selain sakit tenggorokan, gejala yang lebih umum dari Covid-19 adalah demam, batuk kering, kesulitan bernapas, kelelahan, sakit kepala, dan tiba-tiba kehilangan rasa atau bau. Jadi, sebaiknya kamu lebih berfokus pada gejala-gejala ini.

Jika bukan karena Covid-19, biasanya penyebab sakit tenggorokan bisa diatasi hanya dengan menghindari penyebabnya. Ini termasuk menghindari merokok atau asap rokok, tidak terlalu sering menggunakan suara dan menghindari makan makanan panas dan pedas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tak Ada Ruang untuk Teror! Pemerintah Pastikan Yahukimo Kondusif

JAYAPURA-Bupati Yahukimo Didimus Yahuli bersama Dandim 1715 mengunjungi guru-guru kontrak yang menjadi korban kekerasan di Distrik Anggruk, Papua Pegunungan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini