Mau Apa Dian Sastro Ketemu Sri Mulyani?

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Apa jadinya jika dua perempuan pintar dan cantik seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani bertemu Dian Sastrowardoyo, bertemu.

Ternyata isi pembicaraan mereka bukan sekadar gosip murahan seperti biasa dilakukan ibu-ibu komplek atau gang saat jeda dari pekerjaan rumah tangganya.

Dian dan Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, banyak berdiskusi mengenai pengembangan karir dan akademik.

Selain itu soal perempuan yang harus berkarir dan berkeluarga sekaligus.

“Saya senang berbagi pengalaman dengan Dian,” ujar Sri Mulyani melalui akun instagramnya, Kamis 28 Februari 2019.

Ani mengaku senang mendengarkan cerita dan melihat seorang perempuan muda seperti Dian yang terus ingin meningkatkan diri dengan belajar dan meneruskan sekolah.

Hal itu akan membuat aktivitas menjadi beragam dari pekerjaan utamanya bermain dan memproduseri pembuatan film.

Ani juga semakin kagum dengan kegiatan filantropi Dian dengan membantu anak tidak mampu melalui pemberian beasiswa.

Semua yang dikerjakan Dian menurutnya sangat inspiratif bagi perempuan lainnya. Dengan begitu, Ani semakin yakin Indonesia memiliki banyak perempuan hebat seperti Dian.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini