Sharp Luncurkan Notebook Bantu Siswa Belajar dari Rumah, Apa Saja Keunggulannya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Usai mengakuisi 100 persen saham Toshiba di dynabook Inc secara resmi pada awal Agustus lalu, Sharp Corporation semakin serius dalam menggarap pasar notebook. Salah satu langkah nyata adalah dengan meluncurkan notebook bernama Dynabook Satellite Pro L40-G.

Bahkan produk ini selangkah lagi akan masuk ke pasar tanah air. National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo mengatakan bahwa tujuan peluncuran produk ini karena ada peningkatan permintaan notebook selama diberlakukannya program Work From Home (WFH) dan belajar online.

Tak tanggung-tanggung, Sharp Indonesia menargetkan pangsa pasar sebesar 10 persen untuk produk ini, dengan target penjualan dikisaran angka 1.500 unit per tahunnya.

“Notebook ini akan menyasar profesional muda, mahasiswa dan pelajar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin 17 Agustus 2020.

Dynabook Satellite Pro L40-G memiliki processor Intel Core generasi ke-10, dilengkapi system penyimpanan dual SSD dan HDD yang tersedia dua pilihan kapasitas, yaitu 256 GB dan 512 GB, sedangkan untuk HDD tersedia kapasitas 1 TB.

Notebook ini pun disisipkan Intel UHD Graphics, NVIDIA GeForce MX250 2GB GDDR5, yang dapat menunjang kegiatan desain grafis sederhana, sehingga dapat membantu proses pengeditan menjadi lebih cepat dan menghasilkan kualitas gambar yang halus saat digunakan bermain games.

Notebook ini memiliki dimensi 32 X 22 X 1,8 cm, berbobot 1,69 kg dan dibekali layar Anti-Glare 14 inchi berbezel tipis. Daya tahan baterainya juga bisa mencapai 12 jam. Dynabook Satelite Pro L40-G juga dilengkapi fitur Quick Charge yang mampu mengisi daya selama 30 menit untuk pemakaian selama 5 jam.

“Selai itu, juga dilengkapi touchpad yang presisi menjadikan proses navigasi menjadi mudah,” kata Andry.

Dilengkapi dengan serangkaian port komprehensif memungkinkan dynabook Satellite Pro L40-G terintegrasi penuh dengan lingkungan kerja pengguna, seperti USB-C, port USB-A, HDMI dan LAN Gigabit.

Sharp Luncurkan Notebook Bantu Siswa Belajar dari Rumah, Apa Saja Keunggulannya?

Tak hanya itu, notebook ini juga memiliki tambahan dock dynabook opsional USB-C untuk mengatur koneksi ke beberapa periferal favorit pengguna hingga tidak akan menimbulkan kekacauan kabel.

Dalam hal keamanan dynabook Satellite Pro L40-G dilengkapi fitur Easyguard, yang menjadikannya memiliki daya tahan yang tangguh dan aman saat digunakan, telah lolos uji dari serangkaian tes.

Selain itu, Dynabook Satellite Pro L40-G terbukti kokoh saat dijatuhkan dari ketinggian 76 cm atau rata-rata ketinggian meja, permukaan layar LCD-nya pun mampu menahan tekanan hingga 100 kg dan keyboard yang aman dari tumpahan cairan hingga 30 cc.

Notebook ini juga dibekali opsional Securepad dengan pembaca sidik jari, opsional card reader dan Firmware Trusted Platform Module (fTPM), yang memberikan perlindungan ganda dari serangan kemanan data dan Slider shutter pada webcam guna menjaga privasi pengguna.

Produk ini hadir dalam beberapa spesifikasi yang berbeda dan mulai tersedia di pasaran Indonesia dari 17 Agustus 2020. Tahap awal penjualan, dapat dijumpai di Bhinneka.com dan Hartono Elektronika dengan harga berkisar antara Rp 9 juta – Rp 16 juta rupiah. Kemudian disusul oleh Blibli, JDid dan toko-toko lainnya di seluruh Indonesia.

“Selama periode peluncuran pada tanggal 17 Agustus – 31 Agustus 2020, Sharp Indonesia telah menyiapkan promo menarik dan berbeda di masing – masing toko, seperti potongan harga, produk hingga antivirus”, ujar Ardy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Dukung Implementasi PP Tunas

Oleh: Raka Mahendra PutraUpaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital semakin menunjukkanarah yang tegas dan terukur, terutama melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atauyang dikenal sebagai PP Tunas. Kebijakan ini tidak hanya menjadi instrumen hukum semata, tetapi juga mencerminkan komitmen kolektif antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, serta masyarakat luas dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi generasi muda di tengah derasnya arus teknologi informasi.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menekankanpentingnya keterlibatan aktif orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan sosial dalammendampingi anak saat berinteraksi dengan media sosial. Menurutnya, kehadiran orang tua tidakcukup hanya sebatas pengawasan, melainkan harus mampu membangun komunikasi yang terbuka dan memberikan edukasi yang memadai terkait risiko di dunia digital. Pendampinganyang tepat akan membantu anak memahami batasan serta memanfaatkan teknologi secara bijaksesuai dengan tahap perkembangan mereka.Arifah Fauzi juga menyoroti bahwa implementasi PP Tunas tidak akan berjalan optimal tanpadukungan penuh dari lingkungan terdekat anak. Ia menegaskan bahwa peran keluarga danmasyarakat menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku digital anak yang sehat. Dalamhal ini, Kementerian PPPA bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta berbagaipemangku kepentingan lainnya terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakantersebut, khususnya terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.Sejak diberlakukan pada 28 Maret 2026, PP Tunas telah mengatur secara jelas bahwa platform digital tidak diperkenankan memberikan akses pembuatan akun kepada anak di bawah usiatersebut. Bahkan, platform juga diwajibkan untuk menonaktifkan akun-akun yang dinilaiberisiko tinggi. Pada tahap awal implementasi, delapan platform digital besar menjadi fokuspengawasan, yakni Youtube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X atau Twitter, Bigo Live, dan Roblox. Kebijakan ini diterapkan secara bertahap guna memastikan kesiapan semua pihaksekaligus menjaga efektivitas pelaksanaannya.Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajak institusipendidikan untuk turut mengambil peran strategis dalam menyukseskan kebijakan ini. Ia menilaibahwa sekolah merupakan ruang penting dalam membentuk kebiasaan penggunaan teknologiyang sehat. Oleh karena itu, pendekatan melalui penguatan budaya screen time, screen zone, danscreen break atau yang dikenal dengan konsep 3S menjadi langkah konkret yang dapatditerapkan di lingkungan sekolah.Abdul Mu’ti menegaskan bahwa PP Tunas tidak bertujuan melarang penggunaan gawai secaratotal, melainkan mengatur agar penggunaannya selaras dengan kebutuhan pendidikan danperkembangan anak. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi justru dapat menjadi alat bantupembelajaran yang efektif, bukan sebaliknya menjadi sumber distraksi atau bahkan ancamanbagi perkembangan anak.Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat penggunaaninternet...
- Advertisement -

Baca berita yang ini