Setelah Dipulangkan, Kini Ririn Ekawati Dibawa ke BNN Lido

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Ririn Ekawati dibawa ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor,terkait dugaan penyalahgunaan narkoba, Senin 9 Maret 2019. Ia akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Artis yang terkenal lewat sinetron ‘Muslimah’ itu keluar dari ruangan Polres Metro Jakarta Barat dikawal sejumlah petugas kepolisian. Tak banyak kata yang keluar dari bibirnya, ia hanya tersenyum saat berada di dalam mobil hitam milik kepolisian.

“Saya lagi ikutin prosedurnya aja,” kata Ririn singkat.

Menurut Kasatnarkoba Polres Jakarta Barat, Ronaldo Siregar, Ririn akan menjalan pemeriksaan rambut dan darah di BNN Lido, Bogor.

“Untuk memastikan, karena dari satu metode pemeriksaan, hari ini RE kami bawa ke BNN untuk melakukan pemeriksaan rambut dan darah. Itu yang bisa kami sampaikan,” kata Ronaldo dalam konferensi pers di Polres Jakarta Barat.

Sebelumnya, Ririn Ekawati diamankan oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Sabtu 7 Maret 2020 pukul 23.00 WIB. Ia ditangkap bersama dua orang lainnya di sebuah gedung di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan.

Saat itu Ririn sedang bersama asistennya ITY dan teman. Dari hasil pemeriksaan urine, Ririn negatif narkoba, sedangkan ITY positif.

Setelah menjalani pemeriksaan, dan hasil tes urine menunjukkan jika dirinya negatif narkoba, kini Ririn Ekawati sudah dipulangkan. Ririn meninggalkan Mapolres Jakarta Barat pada Minggu 8 Maret 2020 malam.

Meski demikian Kapolres Jakbar itu mengatakan Ririn memang akan dipulangkan usai pemeriksaan selesai. Namun, dia tak menutup kemungkinan Ririn akan kembali diperiksa.

“Sekarang lagi dilakukan pemeriksaan dulu. Tiga orang ini kita ambil BAP-nya. Kalau sudah selesai, kita akan memulangkan si RE (Ririn Ekawati),” ujar Audie.

“Tapi karena terkait BAP-nya ITY yang menyebutkan (Ririn memakai narkoba), maka kita akan melakukan pendalaman terhadap RE,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini