Selamat! Setelah 12 Tahun Penantian, Dhea Ananda Melahirkan Anak Pertama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar bahagia datang dari aktris Dhea Ananda. Dirinya telah melahirkan anak pertamanya pada Selasa, 14 Juni 2022.

Ia melahirkan anak perempuan setelah penantian selama 12 tahun lamanya. Hal tersebut diungkapkannya melalui laman media sosial Instagramnya.

“God has given a piece of heaven to us,” tulisnya.

Unggahan tersebut memperlihatkan momen setelah dirinya melahirkan dengan suaminya Ariel yang merupakan personel band ‘Nidji’ tengah menggendong sang buah hati yang berjenis kelamin perempuan.

Dalam unggahannya, aktris kelahiran Jakarta itu menyampaikan rasa syukurnya serta memberitahukan nama dari anak pertamanya tersebut.

“Puji & syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, telah lahir dengan sehat & selamat putri pertama kami ‘Sanne El Azhar’” ujarnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by dhea ananda (@dea_ananda)

Diketahui, Dhea Ananda dan Ariel ‘Nidji’ berhasil mendapatkan momongan setelah penantian selama 12 tahun melalui program bayi tabung, dan melahirkan di RS Grand Family Pantai Indah Kapuk pada Selasa malam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

CKG Kesehatan Berkualitas untuk Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri

Oleh: Yusuf Achsan )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan posisinyasebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia. Dalam menghadapitantangan penuaan populasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai prioritasutama. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan lansiatetap sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memandang bahwa investasipada deteksi dini bukan sekadar intervensi medis, melainkan bagian daristrategi pembangunan jangka panjang. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa CKG berperan dalam meningkatkan umurharapan hidup sehat. Deteksi dini memungkinkan penyakit dikenali sejaktahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus menekan biaya pengobatan yang berpotensi membebanimasyarakat.Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan promotif dan preventif yang diusung pemerintah melalui CKG mencerminkan transformasi sistemkesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak lagihanya diukur dari jumlah pasien yang sembuh, tetapi dari semakinbanyaknya masyarakat yang mampu mempertahankan kondisi sehat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi lansia yang rentan terhadap penyakitkronis, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah sejak dini.Program CKG juga terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatanprimer, terutama melalui peran puskesmas sebagai garda terdepan. Pemerintah berupaya memastikan akses layanan kesehatan dapatmenjangkau hingga tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalammemperluas jangkauan program. Pendekatan ini menunjukkan keseriusanpemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.Selain berfokus pada penyakit tidak menular, CKG juga berkontribusidalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini