Selama di Rumah, 7 Jenis Olahraga Ini Bisa Dilakukan Agar Tubuh Tetap Bugar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sejak menyebarnya wabah virus corona membuat banyak negara kini telah menerapkan aturan lockdown, seperti Cina, Italia, Filipina, Denmark, dan lainnya.

Tidak hanya negara-negara tersebut, virus corona juga telah menyebar di lebih dari seratus negara di dunia, salah satunya Indonesia. Meskipun Indonesia belum menerapkan aturan lockdown, namun pemerintah telah menggalakkan imbauan kepada masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah, atau yang dikenal dengan istilah social distancing.

Merebaknya COVID-19 di Indonesia kini membuat banyak orang membatasi aktivitasnya di luar rumah dan membatasi bertemu banyak orang. Oleh karena itu, banyak yang menghabiskan waktu dengan berdiam di rumah, atau dikenal dengan istilah karantina mandiri.

Nah, biasanya akan muncul rasa bosan jika Anda juga berlama-lama menghabiskan waktu di rumah saja. Padahal ada banyak hal seru dan bermanfaat yang bisa dilakukan di rumah, salah satunya olahraga.

Berikut olahraga yang bisa Anda lakukan di rumah selama masa karantina mandiri

  1. Yoga

Yoga mungkin menjadi pilihan favorit bagi Anda yang ingin berolahraga selama masa karantina mandiri di rumah. Melakukan yoga di rumah selama masa karantina mandiri dapat membuat Anda lebih tenang dalam menghadapi ancaman penyakit yang ada di luar rumah.

Selain itu, yoga dapat membuat tubuh Anda terasa lebih rileks dan sehat. Namun, untuk menghindari risiko cedera karena tidak ada pelatih yang mengawasi, lakukan gerakan yoga yang sederhana saja.

  1. Aerobik atau Zumba

Selain yoga, olahraga ini menjadi pilihan olahraga di rumah yang juga populer. Aerobik atau zumba bisa dilakukan di rumah dengan cukup mendengarkan alunan musik atau menonton video melalui gadget yang tersedia di rumah Anda. Anda bisa mengikuti gerakan-gerakan dari aerobik atau zumba dari video tersebut.

Olahraga ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Anda cukup melakukan aerobik atau zumba selama 30 menit dalam sehari. Bisa dilakukan di pagi hari atau sore hari, sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu, agar lebih seru, Anda bisa mengajak anggota keluarga Anda lainnya di rumah untuk zumba bersama Anda.

  1. Lompat Tali

Olahraga yang satu ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin sesuatu yang mudah dan simpel. Lompat tali bisa dilakukan di dalam rumah dan tetap bisa membuat Anda berkeringat serta meregangkan otot.

Olahraga ini juga tidak memerlukan skill khusus untuk melakukannya, sehingga Anda bisa dengan mudah melakukan olahraga ini meskipun tanpa pengawasan dari pelatih olahraga Anda.

  1. Naik Turun Tangga

Naik turun tangga bisa menjadi pilihan olahraga bagi Anda yang bosan selama menjalani masa karantina mandiri di rumah. Namun, olahraga ini lebih mungkin untuk dilakukan bagi Anda yang memiliki rumah dengan dua lantai.

Cukup lakukan ini selama 10-15 menit. Lakukanlah naik turun tangga serutin mungkin, karena manfaatnya untuk membakar kalori sangatlah efektif.

  1. Hula Hoop

Hula hoop biasanya identik dengan permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak. Namun, siapa sangka hula hoop bisa menjadi pilihan olahraga yang bisa dilakukan di rumah selama masa karantina mandiri.

Salah satu olahraga yang sering dianggap juga sebagai permainan ini, memang terlihat sederhana namun efeknya cukup luar biasa. Bagi wanita, hula hoop bermanfaat untuk membentuk pinggul yang indah dan bagi pria untuk melatih stamina bagian bawah tubuh.

  1. Angkat Beban

Angkat beban tidak hanya bisa dilakukan dengan datang ke tempat gym, namun Anda bisa melakukan olahraga ini di rumah.

Olahraga angkat beban tidak harus dilakukan dengan menggunakan dubble atau barble. Anda bisa menggantikannya dengan peralatan yang ada di rumah, seperti timbah yang berisi air atau sisa botol yang tidak terpakai.

  1. Push Up dan Sit Up

Push up dan sit up adalah olahraga ringan yang paling banyak dilakukan orang di rumah. Olahraga yang satu ini memang sangat banyak manfaatnya untuk tubuh seseorang. Push up dapat memperkuat otot lengan Anda sedangkan sit up baik untuk melatih dan membentuk perut.

Push up dan sit up ini bisa Anda lakukan sendirian atau bisa juga dengan dua orang. Ajaklah anggota keluarga Anda lainnya untuk melakukan olahraga push up dan sit up ini selama masa karantina mandiri di rumah.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini