Sebut Suara Siti Badriah Jelek, Lesti Kejora Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Konflik antara pedangdut Siti Badriah dan Lesti Kejora tengah jadi perbincangan hangat netizen. Ini akibat aksi Lesty yang secara tersirat menyebut Siti Badriah sebagai pedangdut dengan suara jelek.

Di tengah situasi panas itu, Lesti pun buka suara dan meluruskan permasalahannya. Ia pun mengucapkan permintaan maaf di IG Storynya pada pedangdut yang akrab disapa Sibad itu.

Lesti Kejora minta maaf pada Siti Badriah (instagram/lestykejora)

“Hari ini dede mau menyampaikan permintaan maaf dede yang sebesar-besarnya, kepada teteh Siti Badriah dan semua orang yang menyayanginya, karena konten dede dengan kak Boy yang sudah menyinggung dan menyakiti hati,” kata Lesti, Selasa 13 April 2021.

Kekasih Rizky Bilar itu juga mengaku tak ada maksud untuk menyinggung atau menyakiti hati siapa pun saat syuting di channel YouTube Boy William itu. Ia juga mengaku mengenal baik sosok Sibad.

“Dede tidak pernah ada maksud untuk tidak menghargai rekan sesama profesi dede, apalagi dede juga kenal baik dengan teteh Siti Badriah,” tulisnya.

Sementara itu, Boy William selaku pemilik channel juga sudah meminta maaf kepada Sibad. Istri Krisjiana Baharudin ini pun sudah menerima permohonan maaf Boy dan Lesti.

“Senang sekali di awal puasa ini atas seizin Allah, suami tercinta sudah mempertemukan kamu dengan Lesti, Alhamdulillah semua masalah sudah clear,” kata Sibad.

Sebelumnya, pedangdut Lesti Kejora menghadiri acara YouTube Boy Wiliam, Nebeng Boy. Dalam acara itu, Lesti diberi pertanyaan oleh Boy untuk menentukan suara pedangdut dari yang terbagus hingga yang terjelek.

Nama-namanya ialah Ayu Ting-Ting, Via Vallen, Nella Kharis, Cita-citata dan Siti Badriah. Namun, nama Sibad disebut paling terakhir yang menandakan suaranya paling jelek.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini