Rutin Lari Pagi, Rasakan Manfaat Menakjubkan Ini

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Pagi hari merupakan waktu terbaik untuk berolahraga, khususnya lari. Selain menyehatkan tubuh, rutin melakukannya setiap pagi, banyak manfaat yang bisa dirasakan.

]Namun, jika Anda adalah tipe orang yang sibuk di setiap hari kerja, Anda bisa melakukannya pada akhir pekan, alias weekend. Gunakanlah waktu libur Anda untuk lari pagi setidaknya 30-60 menit per hari.

Saat berlari pagi, tubuh akan melepas hormon endorfin. Hal itu bermanfaat untuk melepas stres, membuat tubuh lebih bugar, bahkan bisa menghilangkan rasa nyeri pada bagian tertentu.

Lantas apa saja manfaat lari pagi bagi kesehatan tubuh, berikut ulasannya:

  1. Bikin Awet Muda

Lari pagi bisa membuat kulit Anda mendapatkan asupan oksigen dan darah lebih banyak. Sehingga mempercepat regenerasi sel yang akan membuatnya lebih segar dan muda.

Jika seseorang mulai rutin melakukan olahraga jogging atau berlari, maka akan membuatnya semakin awet muda dan panjang umur. Berdasarkan hasil penelitian Copenhagen City Heart di Denmark, bahwa orang yang melakukan lari pagi akan semakin panjang umur.

Studi tersebut bukan penelitian sembarang. Tetapi penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data partisipan sejak 1976 hingga 2003. Hasilnya menunjukkan bahwa dimana wanita yang rutin berlari akan memperpanjang usianya rata-rata 6,2 tahun. Sementara untuk kaum pria, mereka akan menambah usia rata-rata 5,6 tahun lebih lama.

  1. Menyehatkan Jantung

Saat berlari pagi, tak hanya otot-otot kaki saja yang bekerja, melainkan jantung juga akan aktif memompa darah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen bagi otot-otot yang digunakan untuk berlari.

Jika lari pagi setiap akhir pekan dilakukan secara rutin, maka jantung akan terlatih dengan baik sehingga statusnya menjadi lebih sehat dibanding jantung yang tidak terlatih.

Sebuah studi menunjukkan bahwa dengan berlari sejauh 16 Km dalam seminggu bisa menekan resiko penyakit atau gangguan tekanan darah hingga 39 persen. Masalah endapan kolesterol pada pembuluh darah jantung (aterosklerosis) juga bisa berkurang mencapai 34 persen.

  1. Menurunkan Berat Badan

Setiap tubuh seseorang memiliki cadangan energi berupa glikogen pada otot, hati, dan lemak. Semua itu diperoleh melalui makanan. Jika Anda kurang beraktivitas, maka makanan akan menjadi tumpukan lemak dan menjadi gemuk.

Jika Anda tak ingin seperti itu, Anda harus memaksa tubuh agar jaringan lemak dipecah menjadi energi dengan melakukan olahraga lari pagi. Pada saat lari pagi, tubuh otomatis belum mendapatkan asupan. Apabila dipaksa untuk melakukan lari pagi, maka tubuh akan memecah lemak menjadi energi.

  1. Paru-paru Sehat

Berolahraga di pagi hari akan membuat paru-paru lebih sehat dan bersih, karena Anda akan menghirup udara bersih dengan kandungan oksigen tertinggi.

Jika paru-paru sehat, tentunya saluran pernapasan lainnya juga menjadi lebih sehat, kususnya bagi Anda yang memiliki masalah atau penyakit pada saluran pernapasan seperti asma, bronkhitis, dan lain sebegainya.

  1. Mencegah Kanker Usus

Lari pagi setiap akhir pekan, atau weekend akan mencegah Anda dari kanker usus. Mengapa demikian.

Ketika sampah makanan selama lima hari beraktivitas, masih ada yang tertimbun di dalam usus Anda. Jika begitu, maka racun-racun dan radikal bebas yang ada di dalamnya akan melakukan kontak yang lama dengan usus, sehingga bisa menyebabkan kanker usus.

Karena itulah lari pagi setiap akhir pekan sangat dianjurkan bagi Anda untuk meluangkan waktu sejenak setidaknya 30-60 menit.

 

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini