Putus Kontrak, Kim Garam Resmi Keluar dari LE SSERAFIM

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Usai kontroversi bullying yang buat gempar dunia akhirnya berakhir. Kim Garam resmi keluar dari LE SSERAFIM dan kontraknya dengan HYBE berakhir.

Melansir dari Soompi, pihak agensi LE SSERAFIM (Source Music) baru saja merilis pernyataan resminya terkait artisnya yang sempat kontroversi. Pada 20 Juli 2022, Source Music menyatakan bahwa perusahaan telah memutuskan untuk mengakhiri kontrak eksklusifnya dengan Kim Garam.

“Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada penggemar kami dan kepada mereka yang telah menunjukkan cinta serta dukungan pada grup. Karena (telah) menimbulkan kekhawatiran atas kontroversi yang melibatkan anggota (LE SSERAFIM),” tulisnya.

Garam resmi keluar dari grup dan LE SSERAFIM akan melanjutkan aktivitas mereka sebagai grup beranggotakan lima orang.

Sementara itu, Kim Garam baru saja memulai debutnya dengan LE SSERAFIM pada 2 Mei 2022 dengan lagu ‘FEARLESS’. Usai rumor bullying masa lalunya mencuat di media sosial, Source Music merilis pernyataan yang menyangkal tuduhan tersebut.

Bahkan sebelum resmi dikeluarkan, sebelumnya Kim Garam hanya diberi waktu untuk hiatus sementara dari kegiatan grup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini