Perut Tetap Buncit Saat Puasa Ramadhan? Begini Penjelasannya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pasti banyak pemilik perut buncit yang heran bentuk tubuhnya tidak kunjung berubah ideal, meski sudah berpuasa sebulan penuh. Di mana salahnya?

Berikut ini beberapa hal yang tidak bisa mengurangi buncit di perut kamu meski saat puasa Ramadhan.

  1. Kalap saat berbuka

Ini seperti sudah menjadi pemandangan umum orang Indonesia. Buka puasa menjadi ajang balas dendam menahan lapar seharian.

Akibatnya asupan kalori tanpa terasa berlebih, bahkan mungkin lebih banyak dari saat kita makan sehari-hari.

Orang dewasa umumnya adalah hanya membutuhkan sekitar 2000 kalori untuk pria dan 1500 untuk wanita.

2. Menambah porsi sahur

Begitu juga saat sahur, kita juga seperti berupaya memasukkan segala makanan yang tersedia dengan berpikiran agar mampu menahan lapar hingga berbuka.

Padahal seseorang mampu menahan lapar bukan karena banyaknya porsi makan, melainkan komposisinya.

Susunan menu yang meliputi komposisi nutrisi lengkap seharusnya menjadi patokan. Hal itu harus terdiri dari karbohidrat (bisa dari nasi), lauk pauk (dagung, tahu dan tempe) serta serat yang bisa berupa sayuran dan buah-buahan.

Hindari makan mi instan atau makanan kaleng, karena selain cepat mengenyangkan juga membuatmu merasa lapar kembali dalam waktu singkat.

3. Tidak olahraga dan Mager
Olahraga harus tetap dilakukan meski sedang berpuasa. Sebab aktivitas itu penting untuk membakar lemak dari makanan sehingga peredaran dara tetap lancar. Hasilnya perutpun tidak membuncit.

Namun, perlu diingat lakukan olahraga dengan intensitas yang lebih ringan dari biasanya agar tubuh tidak kelelahan.

Beberapa olahraga ini bahkan bisa dilakukan sambil menunggu saat berbuka puasa yaitu yoga, sit up dan push up, bersepeda, dan jogging.

Jika semua itu dijalani dengan fokus dan serius, Insha Allah saat Idul Fitri tubuh kamu jadi lebih proporsional dan menarik.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini