Pengangguran? Coba Pindah ke 4 Negara ini, Kamu Bakal Tetap Digaji!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pengangguran di tanah air makin lama semakin meningkat. Persaingan ketat terjadi di kalangan orang pencari kerja. Ada mahasiswa yang baru lulus belum mendapat kerjaan, sudah ada lagi lainnya yang lulus dan ikut mencari pekerjaan. Akibatnya pengangguran terus bertambah, namun lapangan pekerjaan kian terbatas.

Kalau nganggur, otomatis pemasukan alias gaji nggak ada. Tapi berbeda ceritanya kalau kamu tinggal di beberapa negara ini. Di dunia ini pemerintahnya menggaji warganya yang pengangguran. Namun, para pengangguran itu harus memenuhi syarat terlebih dahulu, untuk bisa menerima upah.

Dimana saja negara-negara itu? Simak berikut ini guys.

Finlandia

Pemerintah memberikan upah ke para pengangguran sebesar Rp 8,4 juta. Pemerintah Finlandia melakukan ini agar warganya mau bekerja. Namun, pengangguran yang mendapatkan ini dipilih secara acak.

Arab Saudi

Negara yang kaya akan minyak ini, membuat Arab Saudi bisa memberi upah ke warganya yang pengangguran. Negara ini memberikan upah ke pengangguran sebesar Rp 7,5 juta selama 12 bulan, untuk warga yang menganggur dari usia 18-35 tahun.

Irlandia

Pemerintah Irlandia memberikan upah ke penganggurannya sebesar Rp 3 juta sampai Rp 12 juta. Namun, upah ini akan naik Rp 2 juta bagi mereka yang memiliki anak.

Selandia Baru

Pemerintah Selandia Baru memberikan upah ke warganya yang menganggur berdasarkan usia, status tempat tinggal, dan ketersediaan untuk bekerja. – Rp 2,4 juta untuk usia 20-24 tahun tanpa anak

  • Rp 2,9 juta untuk usia 25 atau lebih – Rp 4,6 juta untuk orang tua tunggal
  • Rp 4,9 juta untuk pasangan yang menikah de facto, atau serikat pekerja sipil dengan atau tanpa anak masing-masing menerima Rp 2,3 juta.

Jadi, apakah kamu berminat pindah? (Tisa)

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini