Lagi, Prabowo Tuding Pemerintah Sulit Sejahterakan Rakyatnya

Baca Juga

MINEWS.ID, YOGYAKARTA – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengungkapkan penyebab pemerintah sulit menyejahterakan rakyatnya karena sebagian besar kekayaan Indonesia ada di luar negeri.

Saat pidato di depan purnawirawan TNI/Polri di Grand Pacific Hall, Sleman, Rabu 27 Februari 2019, dia mengungkapkan kekayaan orang Indonesia di luar negeri mencapai Rp 11 ribu triliun.

Menurut perhitungannya dana itu lebih besar dari jumlah uang di seluruh bank dalam negeri.

“Berarti dua kali kekayaan Indonesia ada di luar negeri,” kata Prabowo.

Prabowo mencatat dana di seluruh bank Indonesia hanya Rp 5.400 triliun. Data itu diakui menteri-menteri Kabinet Kerja Jokowi.

Dia menyimpulkan puluhan tahun Indonesia melakukan pembangunan tidak memiliki tabungan sehingga menyulitkan masyarakat Indonesia menikmati kesejahteraan.

Prabowo menilai kondisi itu membuat bangsa Indonesia tidak menghadapi tantangan yang datang karena tidak memiliki uang.

Berita Terbaru

Pembangunan Infrastruktur Sekolah Rakyat jadi Tonggak Pemerataan Pendidikan

Oleh: Didin Waluyo)* Komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam mewujudkan akses pendidikanyang lebih merata terlihat semakin nyata. Pemerintah akhirnya menetapkanDesember 2025 sebagai titik awal pembangunan Infrastruktur Sekolah Rakyat.  Langkah ini dipandang sebagai dorongan baru untuk menegaskan bahwapendidikan tidak boleh menjadi hak istimewa bagi segelintir kelompok saja.Pembangunan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa negara mulai menempatkankualitas dan aksesibilitas pendidikan sebagai prioritas utama.  Pembangunan infrastruktur ini masuk dalam pembangunan tahap II yang dilakukandi 104 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan memulai proyek pada akhir 2025, pemerintah ingin memastikan bahwa percepatan pembangunan dapat segeradirasakan oleh masyarakat luas. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, Pembangunan Sekolah Rakyat Adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangunsumber daya manusia yang unggul. Ia menjelaskan bahwa Pembangunan tahap II dilakukan guna memperluas akses Pendidikan berkualitas bagi anak-anak darikeluarga kurang mampu.  Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian PU, total anggaran yang dialokasikan untuk percepatan pembangunan Sekolah Rakyat ini sebsar Rp20 triliun, yang mana biaya pembangunan diperkirakan Rp200 miliar per sekolah. Sementara itu 104 lokasi yang tersebar antara lain, 27 lokasi di Sumatera, 40 lokasidi Jawa, 12 lokasi di Kalimantan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini