Panen Kritikan, Bagaimana Pencapaian ‘Morbius’ di Box Office?

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Film ‘Morbius’ mendapat banyak kritikan dari kritikus. Apakah kritikan berbanding lurus dengan pencapaian di box office?

Di pekan perdana pembukaannya, ‘Morbius’ meraup 39,1 juta Dolar AS secara domestik. Tapi, jika dibandingkan dengan film anti-hero semesta Spider-Man lainnya, ‘Venom’, pencapaian ‘Morbius’ masih kalah.

Di pekan perdananya, ‘Venom’ meraup 80 juta Dolar AS. Sementara untuk sekuelnya, ‘Let There Be Carnage’ mendapat pemasukan 90 juta Dolar AS. Meski mendapat banyak kritikan, pencapaian ‘Morbius’ di box office masih cukup bagus.

“Terkadang tidak ada hubungannya antara kritikan dengan penggemar film, karena bagi penggemar ‘Morbius’ masih menjadi film yang harus ditonton,” kata analis medis senior, Paul Dabara, dikutip dari Variety, Selasa 5 April 2022.

Analis memprediksi ‘Morbius’ sudah cukup bagus bisa menembus 100 juta Dolar AS di box office, karena harus bersaing dengan beberapa film seperti ‘Sonic the Hedgehog 2’ dan ‘Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore’.

Morbius mengisahkan awal perjalanan Dr. Michael Morbius, seorang dokter dan ilmuwan genius yang kehidupannya berubah drastis setelah menjadi vampir.

Michael Morbius (Jared Leto) sejak kecil mengidap penyakit darah langka yang mengakibatkan dirinya lumpuh dan harus mendapat transfusi darah tiga kali sehari. Diberkati dengan kecerdasan di atas rata-rata, Morbius berhasil menemukan obat untuk penyakitnya hasil dari perpaduan gen manusia dan kelelawar. Sayang, obat tersebut memiliki efek samping yang mengubah Morbius menjadi vampire.

‘Morbius’ dibintangi Jared Leto, Matt Smith, Adria Arjona, Jared Harris, Al Madrigal, hingga Tyrese Gibson. Film ini sudah tayang sejak 30 Maret 2022 di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini