Pakai Kebaya, Begini Potret Dian Sastrowardoyo Rayakan Hari Kartini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari Kartini selalu menjadi momen yang dinanti-nanti seluruh kaum hawa di tanah air. Perayaan spesial yang diperjuangkan oleh RA. Kartini ini bertujuan untuk mengangkat derajat wanita yang bebas untuk mewujudkan impiannya tanpa pandang gender.

Momen ini pun turut dirayakan para selebiritis wanita Indonesia. Salah satunya ialah Dian Sastrowardoyo. Wanita 36 tahun itu pun sempat memerankan sosok Kartini dalam film berjudul serupa.

Di Hari Kartini tahun ini, Dian tampil dengan balutan kebaya anggun berwarna hijau. Potret cantiknya itu ia unggah di akun Instagramnya, @therealdisastr.

“Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan-perempuan hebat Indonesia,” tulis Dian pada Rabu 21 April 2021.

Dalam foto tersebut, nampak Dian dirias dengan rambut disanggul yang membuatnya semakin anggun. Lawan main Nicholas Saputra ini juga memegang kipas berwarna hijau senada dengan kebayanya.

Tak hanya memamerkan fotonya menggunakan kebaya, Dian juga menuliskan kutipan pesan dari sosok RA Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia agar terus bermimpi dan kejar impian tersebut.

“Untuk para perempuan yang sedang berjuang mengejar mimpinya… “Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi,” tulisnya.

Di akhir keterangan, Dian menyampaikan pesan agar wanita Indonesia bisa terus bermimpi dan memperjuangkan keinginannya dalam kondisi apa pun. Ia ingin perempuan tanah air bisa terus berkarya dan tak melupakan sosok RA Kartini.

“Jadi, apapun kondisi kita sekarang, mari kita rayakan hari Kartini ini dengan saling mendukung, terus berkarya, dan pastinya dengan terus membaca dan membaca lagi! Terutama membaca tulisan tulisan beliau- idola kita semua- RA Kartini,” kata Dian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini