Nah Lho! Buntut Undang Ridwan Kamil, Netizen Minta Denny Sumargo Stop Bikin YouTube

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selebritis sekaligus YouTuber, Denny Sumargo mendadak jadi sorotan warganet. Belum lama ini, Denny tiba-tiba diminta netizen untuk berhenti membuat video-video di channel YouTube-nya.

Hal ini buntut salah satu video bintang film 5 CM itu saat mengundang Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Kala itu, Denny sempat memberi pertanyaan pada Kang Emil untuk memilih antara istri dan anak.

“Pilih istri atau pilih anak?,” kata Denny.

“Pilih istri, karena anak itu titipan Tuhan yang diberikan kepada kita, dia anak menjemput takdirnya sendiri dan akan pisah dengan kita,” jawab Kang Emil.

Alhasil, video itu bikin geger lantaran netizen menganggap ucapan Ridwan Kamil menjadi kenyataan. Sementara itu, Denny kena imbas dan diduga channel YouTube-nya kerap memakan korban.

Sontak, tak sedikit netizen merasa ada yang tak beres dengan channel YouTube Denny Sumargo. Mereka pun meminta Denny untuk tak lagi membuat video.

“Jangan kau buat podcast lagi.”

“Kok makin ngerasa podcast-nya semacam kutukan ya?”

Sebelumnya, sejumlah selebritis seperti Vanessa Angel, Bibi Ardiansyah hingga Laura Anna meninggal dunia tak lama setelah diundang ke channel YouTube-nya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini