Mulai 2 Februari ‘Large French Fries McDonald’s’ Sementara Ditiadakan di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada kabar sedih nih buat pecinta junk food. Belum lama ini McDonald’s Indonesia mengumumkan salah satu produknya dihentikan sementara.

Kabar ini diumumkan melalui cuitan resmi @McDonalds_ID. Mereka mengumumkan akan menghentikan sementara McD kentang goreng ukuran besar di Indonesia. Hal ini dikarenakan keterbatasan ketersediaan stok.

Kebijakan ini ditentukan mulai dari 2 Februari 2022. Seperti diketahui, ketetapan ini juga berlaku di beberapa negara lainnya, seperti Malaysia dan Jepang.

“Sehubungan dengan terbatasnya ketersediaan French Fries saat ini, mulai 2 Februari untuk sementara Large French Fries tidak tersedia,” cuitnya.

Tapi jangan khawatir, kalian masih tetap bisa menikmati McD french fries dalam ukuran sedang.

McDonald’s juga meminta kesabaran netizen untuk menanti keberlanjutan produk ini. Mereka berkata akan secepatnya memberikan informasi lebih lanjut jika sudah kembali tersedia.

“Semoga secepatnya dapat kami berikan kabar baik, apabila Large French Fries sudah tersedia lagi. Sabar ya, McD’ers…,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini