Move On dari Batalnya Konser Lany, 2 Konser Ini Bisa Jadi Obat Kecewamu Gaes!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Para penggemar grup musik asal Amerika Serikat, Lany harus rela menelan kecewa lantaran konser band tersebut batal digelar pada Selasa, 13 Agustus 2019. Mereka yang sudah membeli tiket pun terpaksa rela menerima kenyataan jika konser tak jadi dilaksanakan.

Kalian termasuk yang sudah beli tiket gaes? Cukup deh sedih dan kecewanya, mending move on ke konser-konser seru lainnya.

Yup, 2 konser kece ini mungkin bisa jadi obat kecewamu yang gagal nonton Lany. Konser apa saja?

1. Sounfest 2019

Mending nonton SoundFest deh. Festival musik tahunan yang diselenggarakan oleh MapsPro ini bakal digelar keempat kalinya di Parking Area Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat.

SounFest bakal digelar selama 2hari yakni pada 24 dan 25 Agustus 2019. Sejumlah penyanyi terkenal Tanah Air bakal mengisi konser ini seperti Tulus, Kahitna, Raisa, The Sigit, Kunto Aji, HiVi, Danilla, Barasuara, Rossa, Sheila On 7 dan masih banyak lagi.

2. Hodgepodge Superfest

Meski tergolong baru, festival musik ini sudah mampu mencuri perhatian penikmat musik lho. Hodgepodge Superfest bakal digelar di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta Utara pada 31 Agustus – 1 September 2019 mendatang gaes.

Festival musik ini bakal diisi penampilan sejumlah band legendaris seperti band rock asal Inggris, Snow Patrol. Kemudian ada juga line up mancanegara seperti The Used, The Japanese House dan Superorganism.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini