Mina Eks AOA Kembali Lakukan Percobaan Bunuh Diri usai Tulis Surat Permintaan Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Mina mantan anggota AOA dikabarkan kembali melakukan percobaan bunuh diri di rumahnya pada Kamis 29 Juli 2021 pagi. Saat ditemukan Kwon Mina dalam keadaan pendarahan hebat.

Ia ditemukan kerabat yang merasa khawatir keran Kwon Mina tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Ia pun langsung pergi rumah Kwon Mina dan menelpon 119 untuk membawanya ke rumah sakit.

Kwon Mina sudah menjalani operasi darurat dan nyawanya terselamatkan. Namun, belum ada informasi lebih lanjut terkait kondisinya saat ini.

Diketahui, sebelum kejadian, pada Rabu 28 Juli, Mina sekali lagi mengunggah surat tulisan tangan panjang yang meminta maaf atas tindakan dan kata-katanya. Ia juga meminta maaf karena melanggar janjinya untuk keluar dari media sosial.

Sejak banyak kontroversi yang melibatkan Mina muncul, dia telah berjanji untuk keluar dari media sosial pada beberapa kesempatan. Namun, setiap kali Mina kembali di Instagram dan platform media sosial lainnya, ia mengunggah berbagai pernyataan.

Mina menjelaskan, “Saya benar-benar minta maaf karena menunjukkan tindakan tidak bertanggung jawab atas kata-kata saya… Saya terus mengatakan bahwa saya akan keluar dari Instagram dan meluangkan waktu untuk introspeksi diri… Saya harus membuat Anda tidak nyaman lagi. Saya banyak merenung. Tapi ada begitu banyak insiden seperti insiden dengan Yoo dan Shin Jimin yang membuat saya tutup mulut.”

Mina terus menjelaskan bahwa individu yang tidak terlibat langsung dalam insiden tersebut terus berbagi cerita yang berbeda dari apa yang sebenarnya terjadi. Dia menulis, “Ada begitu banyak cerita yang keluar yang berbeda dari apa yang saya alami. Juga, banyak orang meminta saya untuk menjelaskan. Saya ingin menjelaskan semuanya apa adanya. Jadi saya akan menjelaskan semuanya tanpa kebohongan.”

Dalam surat panjang yang diposting, Mina sekali lagi membantah semua klaim yang dirilis tentang dirinya dan menjelaskan situasi dengan Jimin selama kematian ayah mereka.

Selain itu, Mina mengulangi apa yang telah terjadi sejak kontroversi intimidasi AOA muncul dan juga perjuangan yang dia lalui ketika dia berpromosi dengan AOA.

Banyak netizen yang membicarakan kontroversi Mina di komunitas online untuk mengkritik Mina. Netizen berkomentar, “Saya sangat merasa tidak enak untuk anggota AOA termasuk Jimin dan Seolhyun,” “Ada saat dia mengatakan ada anggota AOA yang menyukai seks. Ketika dia mulai mengatakan omong kosong seperti itu, saya berhenti percaya padanya,” dan “Aku benar-benar bosan dengan Mina”.

Yang lainnya mengatakan, “Dia benar-benar perlu berhenti dan mendapatkan bantuan mental,” “Bagaimana orang bisa mempercayainya sekarang?” dan “Dia telah merusak reputasinya karena dia terus memposting hal yang sama.”

 

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 권민아 (@kvwowv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini