Masih Masuk MCU, Ini Dia Alasan Film ‘Spider-Man: No Way Home’ Gak Masuk di Disney+

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Film ‘Spider-Man: No Way Home’ telah tayang di bioskop. Sayangnya, film ini nantinya gak akan masuk dalam layanan streaming Disney plus.

Melansir dari Just Jared, Disney plus memiliki alasan kenapa gak menyediakan film ‘Spider-Man’ ini. Alasan tersebut karena semua film aksi Spider-Man bukan bagian dari Disney, melainkan diproduksi oleh Sony Pictures.

Semua film aksinya gak ada di Disney plus, termasuk film yang diperankan oleh Tobey Maguire, Andrew Garfield, dan Tom Holland. Namun Disney menyediakan beberapa konten Spider-Man versi animasi.

Jadi gak ada satu pun dari film pahlawan super laba-laba ini tersedia di layanan streaming. Satu-satunya cara untuk menonton hanyalah dengan membeli atau menyewa DVD resminya.

Disney dan Sony sedang menjalani kemitraan beberapa tahun belakangan ini. Dengan tujuan memasukkan Spider-Man ke dalam Marvel Cinematic Universe (MCU).

Sementara itu, filmnya juga telah tayang di bioskop sejak 15 Desember 2021 di bioskop. Tom Holland juga berencana untuk hiatus dari dunia akting.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini