Maafkan Ahn Jae Hyun, Goo Hye Sun Tak Ingin Masa Lalunya Diungkit Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Aktris Goo Hye Sun dikabarkan mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap reporter YouTube, Lee Jin Ho. Perwakilan hukumnya mengatakan bahwa sang reporter telah menyebarkan rumor palsu tentang Goo Hye Sun.

Dalam sebuah video yang diunggah kembali pada 3 Mei 2021 ke Youtube, reporter Lee Jin Ho berurusan dengan dokumen tertulis yang diduga ditandatangani oleh individu anonim. Ia mengklaim bahwa aktor Ahn Jae Hyun telah menunjukkan perilaku selingkuh dengan aktris lain selama tamasya yang melibatkan berbagai pemeran drama.

Dokumen ini sebelumnya tersebar online sekitar waktu gugatan perceraian kontroversial Goo Hye Sun dan Ahn Jae Hyun. Namun, menurut perwakilan hukum Goo Hye Sun, Goo Hye Sun memiliki salinan asli dokumen ini, ditulis dan ditandatangani pada 28 April 2020.

Pihak Goo Hye Sun menegaskan bahwa ini adalah dokumen yang sah. Mereka menuduh reporter YouTube tersebut Lee Jin Ho mencemarkan nama baik karakter Goo Hye Sun dengan mengklaim bahwa dokumen tersebut berisi informasi palsu dan tidak valid di pengadilan.

Akibatnya, Goo Hye Sun memilih untuk melakukan tindakan hukum terhadap reporter YouTube tersebut untuk menyanggah klaim reporter tersebut.

Tak lama setelah berita gugatan tersebut menjadi berita utama, Goo Hye Sun angkat bicara melalui postingan Instagram-nya. Bahkan, dalam postingannya itu ia mengatakan sudah memaafkan mantan suaminya itu.

Berikut isi pernyataan Goo Hye Sun:

Setelah menikah dengan kode etik konservatif, saya tidak dapat memahami situasi orang lain dengan hati terbuka tahun lalu, ketika saya mengalami perasaan pengkhianatan yang kuat karena alasan pribadi.

Melihat ke belakang sekarang, tindakan saya yang murni didasarkan pada emosi sejak saat itu lebih memalukan daripada kejadian itu sendiri. Karena itu, saya tidak ingin mengangkat kejadian ini ke permukaan lagi dan memilih untuk tidak membicarakannya lagi.

Namun, alasan saya menulis sekali lagi sekarang adalah karena saya mempunyai teman, dan sebagai teman saya tidak ingin teman saya terluka. Saya memiliki kewajiban untuk melindungi teman-teman saya, itulah sebabnya saya baru-baru ini mengatakan di siaran bahwa saya tidak memiliki teman selebriti dan ingin merahasiakan teman-teman saya. Saya tidak ingin teman saya [yang menandatangani dokumen tersebut di atas] menghadapi kerugian dari hal ini. Saya sangat berterima kasih kepada teman itu.

Saya sudah memaafkan segalanya. Saya sekarang yakin secara positif bahwa semua hal yang saya lalui sejauh ini adalah peristiwa yang dimaksudkan untuk membantu saya tumbuh sebagai pribadi. Dengan segala cara, mohon dorong orang yang tinggal dengan saya di awal barunya. Masa lalu adalah masa lalu, dan meskipun saya tidak dapat melakukannya, saya dengan tulus berharap Anda semua akan menerima bahkan kesalahan orang itu.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Keamanan Papua Prioritas, Pemerintah Tindak Tegas Gangguan OPM

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan pembangunan di Papua. Tanpa situasi yang aman, berbagai program peningkatan kesejahteraan akan sulit berjalan optimal. Oleh karena itu, setiap bentuk gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil, merusak fasilitas umum, maupun menghambat aktivitas ekonomi harus ditolak bersama karena tidak memberikan manfaat bagi siapa pun, terutama masyarakat Papua sendiri yang menjadi pihak paling terdampak.Berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata OPM atau TPNPB dalam beberapa waktu terakhir kembali menunjukkan bahwa pendekatan kekerasan hanya melahirkan penderitaan. Pembakaran pesawat perintis PT AMA di Balinggama, Yahukimo, yang mengakibatkan meninggalnya seorang pilot serta mengganggu pelayanan penerbangan di wilayah pegunungan merupakan contoh nyata bagaimana aksi teror berdampak langsungterhadap kepentingan masyarakat. Transportasi udara di Papua bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan jalur utama distribusi bahan pangan, obat-obatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan pokok bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil. Ketika pesawat perintismenjadi sasaran serangan, yang paling dirugikan bukan hanya pemerintah atau operator penerbangan, tetapi masyarakat yang kehilangan akses terhadap berbagai layanan dasar.Tindakan kekerasan terhadap fasilitas publik juga berpotensi menghambat percepatanpembangunan yang selama ini terus diupayakan pemerintah. Berbagai proyek infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi membutuhkan situasi yang kondusif agar dapat berjalan sesuai rencana....
- Advertisement -

Baca berita yang ini