Lafadzkan Doa Ini Agar Kita Bisa Menjaga Amarah di Saat Marah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setiap orang pernah merasa marah dan emosi. Ini adalah hal yang wajar, terlebih apabila kita tengah dihadapi persoalan hidup. Namun, bagaimana sikap Anda dalam menahan amarah di waktu marah itulah yang menjadi pembeda.

Anda bisa saja memilih untuk tetap marah dan meluapkan segala emosi di dada. Akan tetapi, Anda juga dapat menahannya. Semua pilihan sepenuhnya adalah keputusan dan hak prerogatif Anda.

Bila Anda memilih untuk tetap marah, maka sesungguhnya Anda tengah merugi, terutama kesehatan. Untuk itu, penting untuk menjaga dan mengendalikan emosi, salah satunya adalah dengan melafadzkan doa.

Sebagaimana diketahui, Islam mengajarkan, dalam setiap hembusan nafas dan langkah, dianjurkan untuk berdoa, tak terkecuali ketika marah. Hal ini demi mendapat keberkahan dan dijauhi dari kekhilafan.

Adapun doa yang dapat dilantunkan, yakni:

“A’uudzu billaahi minasy syaithoonir rojim. Alloohummaghfirlii dzanbii wa adzhib ghoizho qolbii wa ajirnii minan naar.”

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Ya Allah, ampunilah aku, lenyapkanlah amarah dari hatiku, dan peliharalah aku dari siksa neraka.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini