Kena Prank! Dikira Mendukung, Ternyata Para Komika Ini Nyindir Hillary Lasut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perseteruan antara Hillary Lasut dan Mamat Alkatiri berhasil menuai pro dan kontra di berbagai kalangan.

Salah satunya dari para komika ternama yakni Adjis Doaibu dan Pandji Pragiwaksono.

Kedua komika tersebut mengunggah pendapat yang berbeda mengenai perseteruan ini pada laman media sosial Twitter.

Pada laman media sosial Twitter pribadinya, Adjis Doaibu secara terang-terangan mengungkapkan bahwa dirinya berada di pihak Hillary Lasut.

“Saya bersama Hillary Brigitta,” tulis Adjis.

Sedangkan Pandji Pragiwaksono menuliskan pendapatnya tentang roasting yang seharusnya mendaoatkan izin dari objek yang akan di-roasting.

“Bukan roasting dong, roasting itu kalau objeknya ada di depan dia,” tulis Pandji.

“Roasting mah jelas aturannya: Yg mau diroast TAHU&MENGIJINKAN. Dan setelah itu gantian yg jadi objek roast berkesempatan ngeroast balik. Beda bgt kan dgn bully,” sambungnya.

Cuitan kedua komika itu lantas diunggah kembali oleh Hillary Lasut pada laman media sosial Instagramnya dengan keterangan ucapan terima kasih lantaran telah mendukungnya.

Namun, akhirnya Hillary Lasut memberikan klarifikasi pada unggahan.

Ia mengatakan bahwa ternyata cuitan kedua komika yang diunggahnya adalah sebuah sarkas dan sindiran untuknya.

Unggahan stori Instagram Hillary Lasut

“Yg ini ternyata sarkas ya guys bukan dukung beneran. Aelah udh GR duluan gw wkwkwk,” tulis Hillary.

Hal itu juga dibenarkan oleh Pandji, dalam unggahan stori Instagram-nya ia menyebut bahwa cuitan di Twitter-nya justru untuk mendukung Mamat Alkatiri.

Unggahan stori Instagram Pandji Pragiwaksono

“Intinya gue tidak mendukung beliau melaporkan Mamat ke polisi. Dan mungkin @HillaryBrigitta tdk sadar, omongan gue yg beliau posting itu justru mendukung Mamat,” pungkas Pandji.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini