Jungkook BTS Gabung PSY sebagai Satu-Satunya Solois Korea yang Tempati 2 Minggu di Billboard’s Hot 100

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Jungkook BTS mengukir sejarah di Billboard Hot 100. Dengan mencapai banyak ‘Pertama’ untuk solois Korea dan K-Pop setelah satu dekade.

Melansir dari Allkpop, Jungkook memecahkan rekor untuk solois K-Pop yang belum pernah didapatkan oleh musisi lain dalam sepuluh tahun terakhir. Sebelumnya rekor ini telah dipegang oleh PSY.

Kini Jungkook bergabung dengan PSY. Ia menjadi musisi Korea kedua yang menghabiskan beberapa minggu di tangga lagu Billboard Hot 100 dengan lagu singlenya.

‘Left and Right’ milik Jungkook dan Charlie Puth ini telah menempati Billboard Hot 100 diposisi ke-47 selama dua pekan. Usai lagu ini debut di posisi ke-22 pada pekan lalu.

Jungkook telah mendapatkan tiga entri lagunya di Hot 100 dengan single ‘Stay Alive’ dan ‘Left and Right’. Menjadikannya K-Pop Act kelima dalam sejarah dengan entri terbanyak di tangga lagu tersebut.

Sementara itu, single dari kolaborasinya dengan Charlie Puth itu juga telah berhasil pecahkan rekornya sendiri untuk solois Asia di Spotify. Baca selengkapnya di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini