Jangan Lengah! Ini 5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan saat Mengemudi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagai pengemudi mobil demi berkendara yang aman tentu Anda harus memperhatikan peraturan dan rambu lalu lintas. Hal ini bertujuan agar kamu mengemudi dengan aman dan nyaman.

Tak hanya itu, sejumlah aktivitas pu  sebaiknya dihindari saat sedang menyetir. Pasalnya, beberapa kegiatan yang dikira sepele, bisa saja memecah konsentrasi dan mengakibatkan hal yang fatal.

Lantas, hal apa saja yang tak boleh kamu lakukan saat sedang menyetir? Yuk simak!

  1. Makan Saat Mengemudi

Mengemudi sambil makan itu sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan, karena pada saat makan biasanya para pengemudi bisa jadi lebih fokus dengan makanannya dibandingkan dengan mengemudikan mobil. Oleh karena itu, disarankan menepi sebentar untuk menghabiskan makanannya baru setelah itu bisa melanjutkan perjalanan.

  1. Bermain Smartphone

Saat ini, penggunaan smartphone sambil berkendara adalah hal yang dilarang dan bisa terjerat UU No. 22 tahun 2009, pasal 106 ayat 1 tentang pengemudi wajib mengendarai kendaraan dengan penuh konsentrasi, dan jika dilanggar akan dijerat denda maksimal Rp 750.000,- dan kurungan 3 bulan seperti yang diatur pada pasal 283 UU yang sama.

Maka dari itu, berkendaralah dengan fokus dan hindari penggunaan smartphone demi keselamatan bersama. Jika ada hal yang darurat, cobalah untuk berhenti di tempat yang aman dan baru menggunakan smartphone.

  1. Mengemudi di Saat Mengantuk

Bila rasa mengantuk sudah mulai muncul, jangan paksakan diri untuk terus berkendara karena dapat berbahaya bagi Anda dan bagi para pengguna jalan yang lain. Kondisi ngantuk saat menyetir dapat membuat Anda sulit untuk berkonsentrasi dan bereaksi terhadap apapun yang terjadi di jalan raya.

Berhentilah sebentar di pinggir jalan atau rest area, regangkan badan, cuci muka, atau bila perlu tidur sebentar untuk mengembalikan kondisi tubuh Anda agar bisa siap untuk melanjutkan perjalanan.

  1. Bercanda berlebihan

Baik pengemudi yang masih pemula atau yang sudah berpengalaman tidak boleh bercanda secara berlebihan selama mengendarai mobil. Apalagi jika sampai tertawa terbahak-bahak, karena akan mempengaruhi respon seseorang dalam menyetir mobil.

  1. Memakai Make-up

Menggunakan make-up saat di perjalanan ataupun saat menunggu lampu merah adalah salah satu kebiasaan yang cukup sering dilakukan oleh para pengemudi wanita. Tetapi, sebenarnya tidak disarankan untuk melakukan itu selama Anda berada di jalan raya, karena akan membuat Anda kehilangan konsentrasi saat berkendara sehingga bisa membahayakan Anda dan pengendara lain.

Dengan mengetahui 5 hal yang harus dihindari ini, semoga para pengendara baik kalangan anak muda atau kalangan dewasa bisa lebih sadar lagi akan pentingnya keamanan dalam berkendara demi keselamatan bersama.

Reporter : Nabila Kuntum Khaira Umma

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonomi Rakyat dan Rupiah: Kuat Lewat Kebijakan Stabilisasi yang Terukur

Oleh: Dhita Karuniawati )*Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta perubahan arah kebijakan moneter negara-negara maju, Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional. Namun, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwafondasi ekonomi Indonesia relatif mampu bertahan dari berbagai tekanan eksternal. Salah satu faktor utama yang mendukung ketahanan tersebut adalah kebijakanstabilisasi ekonomi yang dijalankan secara terukur dan terkoordinasi.Stabilitas ekonomi bukan sekadar persoalan angka-angka makro seperti pertumbuhanekonomi, inflasi, atau nilai tukar rupiah. Di balik itu, terdapat kepentingan yang lebihbesar, yakni menjaga daya beli masyarakat, memastikan keberlangsungan usaha mikrodan kecil, serta menciptakan kepastian bagi dunia usaha. Oleh karena itu, setiapkebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintah perlu memiliki orientasi yang jelasterhadap kesejahteraan rakyat.Nilai tukar rupiah sering kali menjadi indikator yang mendapat perhatian luas darimasyarakat. Ketika rupiah mengalami tekanan, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai lapisan ekonomi, mulai dari kenaikan harga bahan baku impor hinggameningkatnya biaya produksi. Sebaliknya, rupiah yang stabil memberikan ruang bagipelaku usaha untuk merencanakan kegiatan bisnis dengan lebih baik dan menjaga harga barang tetap terkendali.Dalam konteks inilah sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi sangat penting. Kebijakan fiskal yang adaptif mampu memberikan bantalan terhadap gejolakekonomi global, sementara kebijakan moneter menjaga stabilitas harga dan nilai tukar. Keduanya harus berjalan beriringan agar tujuan pembangunan ekonomi dapat tercapaisecara optimal.Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan bahwa pemerintah telahmenyiapkan tiga strategi utama untuk menghadapi dinamika global. Strategi pertamaadalah mengarahkan belanja negara pada sektor yang lebih produktif guna mendorongpertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.Selain itu, pemerintah terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatanadministrasi perpajakan dan reformasi sistem perpajakan. Langkah ini dilakukan agar ruang fiskal tetap terjaga dan mampu mendukung berbagai program prioritas nasional. Di sisi pembiayaan, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pendanaan untukmengurangi risiko dari gejolak pasar keuangan global.Menurut Juda Agung, efektivitas strategi tersebut tercermin dari berbagai indikatorekonomi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada...
- Advertisement -

Baca berita yang ini