Innalillahi, Ada Kabar Duka dari Marshanda

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar duka datang dari aktris Marshanda. Dia mengabarkan bahwa sang nenek meninggal dunia.

Marshanda mengabarkan berita duka tersebut dalam postingannya di Instagram. Dia mengunggah foto keakrabannya dengan sang nenek.

Mantan istri Ben Kasyafani itu tak percaya wanita yang dipanggil Oma itu telah pergi meninggalkannya selamanya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ MARSHA (@marshanda99)

 

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Ca ga percaya Oma udah ga ada. Ca sayang banget sama Oma. Dan Oma selalu sayang dan perhatian sama Caca. I can’t believe you’re gone,” tulis Marshanda.

“Mohon doanya, agar Oma beristirahat di tempat terbaik disisi Allah SWT. Amin amin ya robbal ‘alamin. Rest in love, rest in peace Oma Sofie Rustam Yusuf. I love you. Forever you will live in my heart,” katanya.

Tak diketahui apa penyebab nenek Marshanda meninggal dunia. Postingan itu mendapat banyak komentar dari netizen, termasuk rekan artis.

“Please accept our deepest condolence. I’m sure she will be forever in your heart,” kata Roger Danuarta.

“Caaacaa.. Turut berduka cita sedalamnya atas kepergian Oma, smg seluruh kel. Diberikan ketabahkan dan beliau mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT,” tulis Ayushita.

“Turut berduka cita ya Cha,” tulis Alice Norin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini